22 Pembakar Lahan di Sumsel Ditangkap Polisi, 4 Diantaranya Perempuan

22 Pembakar Lahan di Sumsel Ditangkap Polisi, 4 Diantaranya Perempuan

Merdeka.com – Sebanyak 22 orang ditangkap polisi karena membakar hutan dan lahan di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan. Empat pelaku diantaranya berjenis kelamin perempuan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Polda Sumsel Kombes Pol Anton Setyawan mengungkapkan, para tersangka berasal dari Ogan Ilir sebanyak 2 orang, Ogan Komering Ilir (1 orang), Banyuasin (7 orang), Musi Banyuasin (3 orang), Muara Enim (5 orang) dan Penukal Abab Lematang Ilir (4 orang). Sebanyak 18 adalah laki-laki dan sisanya perempuan.

“Sejak Juli 2020, ada 22 warga yang ditangkap karena membakar lahan,” ungkap Anton, Selasa (1/9).

Menurut dia, lahan yang dibakar tersangka beragam, mulai dari satu sampai dua hektare. Mereka membakar bertujuan membuka lahan baru untuk perkebunan.

“Ada yang membakar siang hari dan ada juga malam agar luput dari pantauan petugas. Mereka siram solar lalu dibakar,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 78 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, Pasal 108 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Barang bukti disita parang, korek api, dan sisa rumput yang terbakar.

“Kami imbau masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar karena melanggar hukum,” pungkasnya. [ray]

Related Post