23 Juni Cetak Rekor Tertinggi, 180 Jenazah Protap Covid Dikubur di TPU Rorotan

23-juni-cetak-rekor-tertinggi-180-jenazah-protap-covid-dikubur-di-tpu-rorotan-1

Lepas. com – DKI Jakarta kerap mencatatkan angka rekor tertinggi pada kasus positif Covid-19. Tidak hanya rekor nilai positif, data pemakaman dengan protokol tetap (Protap) Covid turut mencetak rekor sempurna selama pandemi di Indonesia berlangsung sejak Maret 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meniti akun instagram @aniesbaswedan, mengirimkan, Rabu (23/6) sebanyak 180 jenazah dengan Protap Covid dikuburkan di TPU Rorotan.

Jumlah itu, dikatakan Anies, merupakan rekor tertinggi yang pernah tersedia.

“Hari itu rekor pemakaman selama epidemi Covid-19 di DKI; 180 jenazah dikuburkan dengan modus Covid-19, ” ucap Anies yang dikutip pada Kamis (24/6).

Bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berpesan, Pemprov DKI Jakarta menyediakan 3 hektar lahan khusus pemakaman Covid di TPU Rorotan. Walaupun luas, ia berharap penguburan jenazah dengan Protap Covid tidak terus menerus terjadi.

“Tolong tanpa sampai dipenuhi, jangan sampai penuh, jangan diisi jenazah seperti hari ini lagi. Cukup, cukup sudah, kita tak ingin melihat lebih banyak lagi wajah duka batas usia ada dalam tangan Allah. Tugas pribadi adalah ikhtiar, sama-sama kita hindari kegiatan berpotensi penularan. ”

“Kita datangnya tempat vaksinasi sebagai ikhtiar keselamatan, hindari risiko, songsong ikhtiar keselamatan, ” pungkasnya.

Unggahan itu diakhiri dengan isyarat pagar #ABW yang menunjukkan narasi dari unggahan ditulis langsung oleh Anies secara pribadi.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri menyampaikan pengangkatan jenazah dengan protap Covid-19 terpaksa harus menggunakan truk. Hal ini disampaikan Edi dalam rapat Komisi C DPRD.

Pada pemaparannya, jumlah pemakaman dengan Protap Covid saat tersebut melebihi puncak jumlah kasus kematian pada tahun 2020 dengan angka tertinggi 75 pemakaman dalam satu hari.

“Tahun tersebut baru jam 6 telah 146 orang dan Dinas Pemakaman tidak sanggup nguburin sudah capek semuanya, ” ucap Edi, Rabu (23/6).

Pengangkutan jumlah 146 jenazah terjadi di dalam Selasa (22/6). Dan sebab jumlah tersebut, masih belum seluruhnya dapat terangkut. Karenanya jenazah terpaksa tertahan dalam Puskesmas.

“Hari ini akan diangkat, sebab ambulan tidak mungkin lagi, (diangkut) dengan truk, ” ucapnya.

Edi merinci, kapasitas satu truk menampung delapan peti.

Atas dasar tersebut, Edi mengatakan anggaran honorarium tidak terduga (BTT) bakal digunakan untuk Dinas Pertamanan. Nantinya, anggaran tersebut digunakan untuk membeli peti Rp4, 6 miliar, insentif tenaga pemulasaran Rp5, 2 miliar, dan pengadaan peti jenazah lagi dan masker Rp3, 1 miliar.

Kemudian, Dinas Pertamanan Pemakaman Rp13 miliar, Dinas Sosial untuk konsumsi bagi kelompok Rp9 miliar, inspektorat pendampingan dan pengawasan Rp5, 8 miliar, BPBD Rp467 miliar.

“Kemudian uang transport gugus tugas
BPBD juga ada Rp467 miliar, pembiyaan uang transport petugas gugus tugas, besar kali, Rp933 miliar, ” rinci Edi.

Sehingga sub total di BPBD 93 miliar, DLH Rp 502 miliar, Satpol PP untuk pengamanan serta pelaksanaan kegiatan PPKM Mikro Rp9, 108 miliar, serta Rp8, 2 miliar buat pelaksanaan kegiatan PPKM oleh Kodam Jaya Jayakarta, Biro Perhubungan Rp140 juta. [ded]

Related Post