5 Pegawai Pengadilan Negeri Jakarta Induk Positif Covid-19

5 Pegawai Pengadilan Negeri Jakarta Induk Positif Covid-19

Lepas. com – Lima pegawai Pengadilan Negeri Jakarta Sentral (PN Jakpus) dinyatakan positif Covid-19 sehingga menjadikan total ada tujuh orang yang masih terpapar virus SARs-Cov-2.

“Info tinggi sehubungan ‘swab test’ yang sudah dilaksanakan Selasa, 7 Oktober 2020 maka diperoleh hasil swab yakni 51 aparatur dinyatakan negatif & 5 orang dinyatakan positif terpapar Covid-19 dan kepada yang bersangkutan telah diperintahkan untuk melakukan isolasi mandiri, ” kata Humas PN Jakarta Pusat Bambang Nurcahyanto di Jakarta, Kamis (8/10).

Sebelumnya juga sudah ada perut orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di PN Jakpus yang terpapar Covid-19 sehingga dilakukan penutupan pengadilan.

“Lima orang itu terdiri dari dua orang ASN dan seorang ‘security’, seorang ‘office boy’ dan seorang ‘cleaning services’, ” tambah Bambang.

Meski ada 7 orang yang positif Covid-19, namun Ketua PN Jakpus memperpendek masa penutupan meja hijau dari tadinya 8 hari menjelma 6 hari.

“Pelayanan publik yang sementara dihentikan (lock down) semula dari Rabu, 7 Oktober sampai Jumat, 16 Oktober telah diubah kembali menjadi sejak Rabu, 7 Oktober sampai Rabu, 14 Oktober 2020, ” ungkap bambang.

Artinya PN Jakarta Pusat kembali beraktifitas secara normal pada Kamis, 15 Oktober 2020.

Dalam kasus Jiwasraya, ada empat orang tersangka yang akan menjalani sidang pembacaan putusan yaitu Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo yang dituntut penjara seumur tumbuh,

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 2008-2018 Hendrisman Rahim yang dituntut 20 tahun penjara, Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya 2008-2014 Syahmirwan dengan dituntut 18 tahun penjara dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto yang juga dituntut penjara seumur hidup.

Keempatnya dituntut berdasarkan dakwaan primer dari pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) pertama KUHP karena diniali terbukti merugikan keuangan negara senilai Rp16, 807 triliun terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero).

Namun dua orang terdakwa lain yakni pemilik PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Mineral Tbk Heru Hidayat masih dibantarkan di rumah sakit karena terpapar Covid-19.

Sementara untuk tentang lain menurut Bambang sudah tersedia penetapan penundaan.

“Untuk perkara jaksa Pinangki, sudah tersedia penetapan majelis hakim untuk ditunda sampai 21 Oktober 2020 & telah diberitahukan kepada jaksa penggugat umum, penasihat hukum terdakwa serta terdakwa jaksa Pinangki, ” ungkap Bambang. [gil]

Related Post