528 Warga Langgar Protokol Kesehatan dalam Tulungagung

528 Warga Langgar Protokol Kesehatan dalam Tulungagung

Merdeka. com – 528 Pengguna jalan raya yang terlihat tidak memakai masker, terjaring operasi Yustisi dan dijatuhi sanksi denda/sanksi sosial di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sebulan terakhir. Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Kabupaten Tulungagung Artista Nindya Putra, Ahad menjelaskan, mayoritas pelanggar Covid-19 yang terjaring operasi Yustisi karena tidak memakai masker.

“Dari 528 kasus pelanggaran (protokol kesehatan) itu, 481 kasus antara lain dikenakan sanksi berupa membayar dam. Sedangkan 56 lainnya diberikan sanksi sosial, ” katanya, dilansir Kurun, Minggu (18/10).

Operasi Yustisi itu sendiri digelar semenjak 18 September hingga 15 Oktober 2020. Total jumlah denda dengan terkumpul hingga saat ini sebesar Rp12, 185 juta.

Masih ada 54 pelanggar dengan disanksi denda namun belum menunaikan, dengan berbagai alasan sehingga dilakukan penyitaan kartu identitas, seperti KTP atau SIM sebagai jaminan mematok yang bersangkutan melakukan transfer pembayaran denda ke nomor rekening Kasda setempat.

“Seluruh uang hasil penerapan sanksi denda untuk pelanggar protokol kesehatan disetorkan ke kas daerah, melalui rekening Pemkab Tulungagung, ” lanjutnya.

Pelanggar yang menjalani sidang tepat, pembayaran denda dilakukan melalui jaksa. Sedangkan bagi yang tidak konvensi, denda langsung ditransfer ke rekening yang ditentukan.

“Ada dua jenis operasi yustisi dengan kami lakukan, yakni dengan sesi langsung dengan melibatkan hakim & jaksa dan operasi biasa. Bila terdapat hakim dan jaksa mampu membayar denda langsung. ” tuturnya.

Kendati tidak ada bukti berbasis data survei dengan menunjukkan korelasi operasi Yustisi dengan penurunan angka kasus corona, Konglomerasi Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengklaim gaya kepatuhan masyarakat dalam hal kecendekiaan wajib protokol kesehatan meningkat.

Dia mengomparasikan angka pengingkaran yang ditemukan pada awal pengoperasian operasi Yustisi pada pekan ke-3 September dan kondisi saat itu. Jika di awal operasi aparat bisa menemukan 20 pelanggar setiap hari, kini maksimal mereka cuma menjaring 5 pelanggar saja.

“Akhirnya prosentase kepatuhan asosiasi terkait protokol kesehatan saat itu mencapai 70 persen, ini sangat bagus, ” katanya. [eko]

Related Post