55, 9 Persen Guru di Sulsel Sudah Vaksinasi, Penelaahan Tatap Muka Masih Dikaji

559-persen-guru-di-sulsel-sudah-vaksinasi-pembelajaran-tatap-muka-masih-dikaji-1

Langgas. com – Satgas Covid-19 Sulawesi Selatan mencatat, hingga 20 Mei 2021, angka vaksinasi Covid-19 bagi guru atau tenaga pendidik telah menyentuh 55, 96 persen. Sebesar 88. 953 orang pengasuh sudah divaksinasi. Total bahan 158. 961 orang.

“Guru dan lansia tetap kita terus kerjakan untuk persiapan sekolah tatap muka. Ini yang benar kita genjot sekarang, ” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel dr Nurul di Makassar , Minggu (23/5). Dilansir Antara.

Cakupan vaksinasi guru pada Kota Makassar diklaim telah melampaui target yakni 109, 38 persen atau 13. 126 orang. Disusul Kabupaten Kepulauan Selayar 93, 07 persen dan paling nista di Kabupaten Sinjai, yakni mencapai 2, 93 persen atau 202 guru.

Secara akumulatif, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Sulsel telah menyasar 424. 078 karakter yang telah menerima vaksin dosis I dan 335. 227 orang vaksin jumlah II. Mereka terdiri dari SDM Kesehatan, petugas umum dan lansia (lanjut usia).

Dengan demikian, 28, 1 persen lantaran sasaran sebanyak 1. 506. 638 orang telah disuntik vaksin jenis Sinovac & 22, 25 persen diantaranya telah menyelesaikan vaksin jumlah II.

Carik Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Hery Sumiharto menuturkan, awal sekolah tatap muka dalam Sulsel direncanakan bersamaan awal semester baru pada Juli mendatang.

Meskipun demikian, hal ini masih langgeng mengacu pada perkembangan nilai kasus Covid-19 di Sulsel yang dikhawatirkan bisa saja melonjak pasca-Lebaran 1442 Hijriah karena tingginya pergerakan klub.

“Semester mutakhir masih rencana, kita tak tahu persis bagaimana nantinya, kita mau lihat dulu lonjakan kasusnya, karena membangun habis Lebaran. Jangan sampai memberi dampak yang negatif lagi, kita selalu tahu situasi dan kondisi daerah itu, ” tuturnya.

Hery menjelaskan kendati sekolah tatap muka dibuka, pihaknya belum bisa melayani tatap muka seperti sedia kala, sebab tetap direncanakan mix metode pembelajaran kurun sistem daring dan luring.

Selain memenuhi syarat dari Satgas Covid-19 untuk pembukaan sekolah tatap muka di daerah, Disdik juga lebih fleksibel pada peserta didik untuk menuruti, dalam hal ini ialah orang tua.

“Kita tidak boleh menekan jika masih ada orang tua yang tidak mau. Kita harus memberikan kajian, dilayani, apakah melalui daring atau rumah kunjung. Tersebut tergantung dari sekolah dengan kesepakatannya, ” ujar dia.

Menurut Hery, setiap daerah telah mengantisipasi kemungkinan peningkatan angka kejadian Covid-19 saat sekolah tatap muka dibuka, sehingga pemerintah daerah harus memastikan suntik vaksin bagi seluruh unit sekolah, termasuk bujang sekolah (penjaga).

“Itu kewenangan daerah melakukan vaksinasi kepada penduduknya. Jadi bukan hanya guru, tetapi segenap, ” kata dia. [noe]

Related Post