93 Napi di Lapas Tasikmalaya Positif Covid-19

93-napi-di-lapas-tasikmalaya-positif-covid-19-1

Merdeka. com porakporanda 93 narapidana (napi) di penjara (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya terkonfirmasi positif Covid-19. Total tersebut kemungkinan bisa beranjak karena saat ini sedang menunggu hasil pengetesan tambahan.

Kepala Biro Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, berdasarkan data sementara terdapat 93 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di dalam lapas.

“Positif 93 karakter, sudah dipisahkan. Karantina sendiri di lapas, ” katanya di Tasikmalaya, Senin (5/4).

93 napi terpapar Covid-19 saat tim surveilans mengetes lebih dari 100 orang di dalam lapas. Setelahnya, tim pula melakukan pengujian kedua namun hasilnya belum diketahui.

Dengan muncul banyaknya kasus Covid-19 di lapas, Uus mengaku, khawatir terjadi kegelisahan dari semua pihak. Dan hingga zaman ini pihaknya juga belum memastikan penyebab munculnya kejadian di dalam lapas tersebut.

“Kemungkinan besar penularan terjadi dari orang yang berasal dari asing lapas. Sebab, pada dasarnya para napi selalu berkecukupan di dalam lapas. Bisa lantaran pengunjung, petugas, dan lainnya. Itu butuh waktu buat menelusurinya. Apalagi penghuni pada lapas itu juga membangun dari berbagai macam daerah, bukan dari Tasik selalu, ” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Davi Bartian menyebut, saat ini seluruh napi di tempatnya telah diuji usap, tetapi hasilnya belum diterima sejak Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

“Kita masih tunggu. Mudah-mudahan tidak ada yang heboh, ” sebutnya.

Dia menjelaskan, tes usap dilakukan pada napi setelah sebelumnya tersedia yang fungsi indra penciumannya terganggu. Saat dites usap, hasilnya diketahui negatif. Untuk mengantisipasi, seluruh warga arahan yang berjumlah 346 pun seluruhnya dites usap.

Walau hasilnya belum diketahui, Davi mengaku bahwa pihaknya sudah menyiapkan tempat isolasi untuk napi yang terpapar Covid-19.

“Napi yang positif Covid-19 akan dipisahkan dengan warga lainnya. Isolasi akan dikerjakan dalam lapas, sehingga aparat dapat tetap melakukan pemantauan, ” ucapnya.

Dia mengaku tidak mampu memastikan awal masuknya virus corona ke lingkungan lapas. Bisa saja menurutnya kejadian itu muncul dari bahan titipan, mengingat virus corona bisa menempel di barang-barang.

“Atau jadi juga dari pegawai, ” tutup Davi. [fik]

Related Post