Akang Tersangka Kasus Inses dalam Bekasi Dikenakan Pasal Persetubuhan di Bawah Umur

kakak-tersangka-kasus-inses-di-bekasi-dikenakan-pasal-persetubuhan-di-bawah-umur-1

Merdeka. com – Penyidik Polres Metro Bekasi menahan satu orang dalam kasus penemuan mayat budak perempuan di Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa (1/6) lalu. Satu karakter yang kini berstatus simpulan itu merupakan kakak korban.

“Terkait kreasi bayi di Bintara, kita sudah melakukan penyelidikan, tersedia satu yang diamankan, sedang ada hubungan sedarah secara ibu yang melahirkan bayi tersebut, ” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Aloysius Suprijadi di Bekasi, Jumat (11/6).

Adapun korban yang selalu adik pelaku menilai adalah korban kekerasan seksual mematok hamil dan melahirkan bayi dan meninggal dunia.

“Tersangka sudah ditahan ini pendalaman untuk pemeriksaan, ” ujar dia.

Menurut dia, buatan penyidikan sementara terungkap urusan hubungan terlarang sedarah karena korban dan pelaku status di dalam satu indekos.

“Karena mereka susunan satu kos berarti sudah lama mereka berhubungan, ” kata dia.

Penyidik menyita barang fakta berupa pakaian yang mengendap pada bayi malang itu.

Petugas sebelumnya menetapkan dua tersangka terkait kreasi mayat bayi perempuan segar lahir di Bintarajaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Keduanya merupakan kakak beradik dengan diduga melakukan hubungan seksi sedarah atau inses.

Keduanya telah ditahan penyidik Unit Perlindungan Rani dan Anak Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota.

“Dua orang sudah ditahan, ” kata Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari ketika dihubungi wartawan, Kamis (10/6).

Mayat bayi perempuan ditemukan di semak-semak kebun angin pada Selasa (8/6) burit. Dari hasil identifikasi polisi , budak malang itu diperkirakan wafat dunia lima jam sebelum ditemukan. Jasadnya kemudian dibawa ke RS Polri Kramajati.

Kasus ini terungkap tak lama sesudah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas mencurigai rumah yang berjarak 50 meter dari lokasi perkara.

Penghuninya tak menampakkan diri saat terjadi keramaian. Ditemukan pula noda darah menuju rumah semipermanen itu.

Rumah itu ternyata dihuni lima orang dalam sekeluarga, yakni tiga anak dan ke-2 orang tuanya. Dua orang kemudian dibawa ke pejabat polisi.

“Kakaknya dikenakan pasal persetubuhan dalam bawah umur, perempuannya lempar bayi, ” jelas Erna.

Dia tidak menyebut identitas tersangka bertambah detail. Alasannya, kasusnya mau dirilis di Mapolres Metro Bekasi Kota pada Jumat (11/6) besok. [gil]

Related Post