Alur Kriminal Senaf Soll, Pecatan TNI Jadi Pimpinan KKB Terlibat Pembunuhan Staf KPU

jejak-kriminal-senaf-soll-pecatan-tni-jadi-pimpinan-kkb-terlibat-pembunuhan-staf-kpu-1

Lepas. com – Satgas Nemangkawi menangkap Senaf Soll yang merupakan salah satu pimpinan Gabungan Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Dekai, Kabupaten Yahukimo. Pecatan anggota TNI itu dibekuk pada Rabu 1 September 2021.

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Ahmad Mustofa Kamal memberikan, berdasarkan catatan kepolisian , Ananias Yalak alias Senaf Soll terlibat dalam sejumlah tindak kriminal. Antara lain menguasai mesiu senjata api dan menyerahkan secara ilegal 155 poin ke Ruben Wakla, masa dirinya masih menjadi personel aktif TNI.

“Pada hari Senin, 10 September 2018 sekira 10. 06 WIT, Ruben Wakla masuk ke ruang pemeriksaan X-Ray dan hendak berangkat ke Dekai, Yahukimo. Ruben Wakla divonis 2 tahun 6 bulan dan sudah bebas, ” tutur Kamal dalam keterangannya, Kamis (2/9).

Senaf Soll juga terlibat dalam pembakaran ATM BRI Cabang Dekai, Yahukimo pada Minggu, 30 November 2019. Rekannya yakni Ariel Sonyap alias Koroway berhasil ditangkap dan divonis 3 tahun penjara.

“Kemudian, pembunuhan terhadap staf KPU Dekai, Hendry Jovinsky pada Selasa, 11 Agustus 2020 sekitar jam 14. 20 WIT dalam Jembatan Kali Teh/Jembatan Mungil Kali Brazza, Dekai, ” jelas Kamal.

Saat itu, korban beserta Kenan Mohi tengah menuju rumah Karolina Pahabol buat mengantar obat. Saat penjelajahan pulang, Senaf Soll bersama-sama DPO atas nama Temius Magayang menghadang sepeda motor yang dikendarai korban dan menikam bagian tubuh target dengan parang.

Selanjutnya, pembunuhan terhadap kelompok atas nama Muhammad Toyib pada Kamis, 30 Agustus 2020. Korban kala tersebut sedang melintas di ulama menuju ke arah bandara, sementara para pelaku bersembunyi di pinggir jalan.

“Kemudian pelaku Yoel Mirin memanah korban mematok terjatuh. Korban berdiri dan berusaha melarikan diri ke arah Dekai, namun Yepi Magayang (vonis 8 tahun) bersama Senaf Soll serta Temius Magayang mengejar korban dan melakukan penganiayaan memakai parang sehingga korban meninggal dunia, ” Kamal mengesahkan.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6. com [gil]

Related Post