Anak Korban Banjir Bandang dalam Malaka NTT Ujian di Tenda Pengungsian

siswa-korban-banjir-bandang-di-malaka-ntt-ujian-di-tenda-pengungsian-1

Merdeka. com kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Fahiluka, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan Teguran Akhir Sekolah (UAS) pada tenda pengungsian Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, pascadaerah itu diterjang banjir bandang.

Kepala Sekolah SMA St. Ignatius Fahiluka, Maksi Nahak mengatakan, teguran akhir sekolah harusnya sudah dimulai dari 6 April lalu, namun banjir bandang menerjang.

“Jumlah siswa yang mengikuti teguran akhir sekolah sebanyak 60 orang. Hari ini tersedia empat mata pelajaran, yaitu IPS, Matematika, Sosiologi dan IPA, ” Jelasnya, Sabtu (24/4).

Buat mengikuti ujian, siswa ganti jarak sejauh satu kilometer dari rumah masing-masing. Mereka terpaksa mengikuti ujian pada tenda darurat, karena madrasah dipenuhi lumpur dengan nyata mencapai 15 centimeter.

“Sekolah kami belum bisa dipakai karena sedang dipenuhi endapan lumpur, banjir dengan ketebalan lumpurnya capai 15 centimeter. Pembersihan telah kita lakukan bersama-sama secara siswa-siswa dan dibantu orangtua siswa, setelah bersih serta kering kami akan membudayakan seperti biasanya, ” ujar Maksi Nahak.

Para siswa mengeluh sebab di tenda yang dipakai untuk ujian, tidak tersedia meja sehingga pangkuan dijadikan alas kertas ujian.

“Kami tentu sangat kesulitan untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh para guru. Sementara kami tak ada persiapan untuk ujian, karena masih bantu orangtua bersihkan rumah, ” ungkap salah satu siswi, ” Arca Ngela, salah kepala siswa SMA St. Ignatius Fahiluka.

Arca bersyukur karena masih pada suasana pascabencana, namun segenap guru masih memiliki karakter untuk melayani mereka melaksanakan ujian.

“Jujur terutama pribadi saya kurang persiapan untuk ikut ujian akhir sekolah, karena terkendala dampak banjir bandang Malaka, ” tutupnya. [rnd]

Related Post