BIN Sebut Teroris Lone Wolf Bisa Bergerak Kurang dibanding 1 Tahun Setelah Terpapar

bin-sebut-teroris-lone-wolf-bisa-bergerak-kurang-dari-1-tahun-setelah-terpapar-1

Langgas. com – Juru Bicara Institusi Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto mengatakan seorang lone wolf seperti ZA dengan menyerang Mabes Polri bisa melakukan aksi terorisme di waktu tak lama setelah terpapar radikalisme. Dia membaca rentan waktunya yaitu setelah terpapar kurang dari utama tahun.

“Satu sampai enam bulan. Itu biasanya sudah bergerak. Ada yang lebih panjang tetapi dengan pelatihan, ” logat Wawan dalam diskusi daring, Sabtu (3/4).

Dia mengatakan waktu tersebut berbeda-beda. Sebab hal itu dibutuhkan pelatihan. Namun, tempat mengatakan lone wolf dilakukan dengan cepat lantaran tidak menerima atas kejadian dengan tidak disukai.

Sehingga, kata dia, kesudahannya lebih emosional. Bahkan tanpa dengan persiapan yang lulus, hal tersebut kata tempat terlihat dari perilaku ZA saat menyerang. Wawan menilai ZA lebih memilih buat ditembak dan mati dan emosi yang meledak mau masuk surga lebih lekas.

“ZA bertambah media sosial dan anaknya tertutup, saya melihat pergerakan lebih tertutup di jalan sosial. Dia terbukti ter-drive hal tersebut terbukti secara wasiat. Mereka yang siap mati demi agama, ” bebernya.

Dia menjelaskan ZA mendapatkan airgun dari banyak teman. Dia menilai ZA memiliki suport terkait senjata tersebut.

Sementara itu Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror sedang mendalami adanya karakter lain di balik lagak ZA, perempuan 25 tarikh yang nekat menerobos Mabes Polri, Rabu (31/3) kemarin sore. Pendalaman dilakukan Densus di tengah pernyataan Polri jika ZA beraksi lone wolf.

“Tidak ada (pelaku lain). Walaupun sekali lagi Densus memeriksa proses tersebut, ” cakap Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/4).

Polri sendiri memastikan laku ZA sebagai lone wolf atau atas inisiasi sendiri, walaupun hal itu masih sebatas dugaan.

“Dugaan keras ini lone wolf artinya atas penobatan sendiri dan yang bergandengan melakukan sendiri. Walau begitu densus tetap mendalami jika ada kelompok atau jaringan di balik aksi ZA, ” kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/4).

Rusdi menegaskan, Densus bakal mendalami terpaut aksi yang terjadi di dalam kemarin di Mabes Polri.

“Walaupun begitu, tentunya densus tetap memeriksa jika ada kelompok atau jaringan yang ada dibalik aksi ZA kemarin. Densus masih mendalami, ” tegasnya. [eko]

Related Post