BKN: Tujuan TWK untuk Tahu Keyakinan dan Keterlibatan Bernegara

bkn-tujuan-twk-untuk-ketahui-keyakinan-dan-keterlibatan-bernegara-1

Lepas. com – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan tujuan dengan dicapai dalam pelaksanaan ulangan wawasan kebangsaan (TWK) yaitu untuk mengetahui keyakinan serta keterlibatan peserta yang diuji dalam bernegara.

“Jadi bukan hanya pengetahuan, tetapi adalah keyakinan & keterlibatan mereka dalam cara bernegara ini, ” logat dia saat mengunjungi Biro Berita ANTARA di Jakarta , Jumat (18/6).

Dalam prosesnya, BKN mencari sebuah instrumen yang tepat buat pelaksanaan TWK termasuk ke Nahdlatul Ulama ( NU ). Gawai tersebut ada hanya selalu validitas-nya belum dites dan tenaga asesor-nya juga belum standar. Kemudian, BKN berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang telah mengembangkan TWK, tetapi belum bisa dipakai.

Pada akhirnya BKN menemukan instrumen TWK di TNI AD yang disebut secara indeks moderasi bernegara-68 dengan kemudian digunakan kepada personel KPK sebagai alih kedudukan menjadi Aparatur Sipil Negeri (ASN).

Tak hanya menggunakan instrumen ruang moderasi bernegara-68, untuk meningkatkan validitas BKN kemudian menambah profiling yang dilaksanakan sebab BNPT. Pada prosesnya BNPT juga kewalahan dan kesimpulannya dibantu oleh Badan Agen Negara (BIN).

“Secara keseluruhan ada 48 asesor yang kita gunakan 10 di antaranya hawa, ” ujarnya.

Sehingga pada akhirnya penyelenggara TWK ingin melihat apakah 1. 349 pegawai KPK yang dites memiliki anutan dan pemahaman atau kontribusi yang memadai untuk menjelma seorang ASN.

“Perlu diingat ini ulangan untuk menjadi ASN tidak untuk tujuan lain, ” ucap Bima menegaskan.

Terakhir, untuk menjadi ASN, kata dia, banyak aturan yang mengikat, misalnya, setia pada pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga seluruh peraturan perundang-undangannya. [eko]

Related Post