Bupati Nunukan Kewalahan Urus Kelebihan Honorer, Tak Produktif dan Bebani APBD

bupati-nunukan-kewalahan-urus-kelebihan-honorer-tak-produktif-dan-bebani-apbd-1

Merdeka. com kepala Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Mengadukan mencarikan solusi honorer tak produktif, karena jumlahnya sudah melebihi dari kebutuhan dan jumlah kegiatan, sehingga dianggap membebani APBD pada bagian biaya operasional.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid di Nunukan, Rabu (16/6) mengaku sedang memeriksa solusi dan formulasinya agar pegawai honor ini tetap terakomodir atau dipekerjakan.

Salah satunya dengan melakukan pengalihan antar sistem perangkat daerah (OPD) dengan membutuhkan tenaga seperti penyuluh pada Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian.

Hanya saja, keinginan pada dinas tertentu ini tidak sebanding dengan total pegawai honor yang dibutuhkan pada OPD bersangkutan sehingga masih banyak yang tidak dapat diakomodir lagi.

Laura mengungkapkan di dalam Dinas PUPR Nunukan jumlah pegawai honor mencapai 400-an orang sementara pekerjaan setiap tahun tersisa kurang 30 kegiatan.

“Jumlah pegawai honor di Pemkab Nunukan sekarang ini sudah terlalu banyak dibandingkan dengan pekerjaan atau kegiatan yang ada tiap-tiap OPD. Makanya Pemkab Nunukan melakukan bentuk silang antar OPD, ” ucap Laura sapaan Tumenggung Nunukan seperti dikutip sejak Antara.

Berperan mencari solusi terhadap pegawai honor yang tidak kaya ini, Pemkab Nunukan membuat tim yang akan melayani kajian.

Dia akui sebenarnya dari bagian postur anggaran masih mencukupi untuk membayar gaji, tetapi dari segi efektivitas dalam mana mempekerjakan orang yang tidakproduktif akan membebani perkiraan.

“Kan masalahnya adalah kita mempekerjakan karakter yang tidak punya pekerjaan sehingga dianggap tidak efektif dan tidak produktif, ” beber dia.

Bupati Nunukan meminta OPD segera melakukan perampingan secara mencarikan solusi yang terbaik agar tidak menimbulkan hasil sosial di kemudian hari apalagi masih pandemi Covid-19.

“Awalnya kita mau alihkan pegawai honor di Dinas PU itu sekira 200-300-an orang menjelma penyuluh pertanian tetapi mampu terakomodir hanya 30-an karakter saja, ” sebut Laura. [bal]

Related Post