Dam Pelanggaran PSBB Depok Capai Rp41Juta

Dam Pelanggaran PSBB Depok Capai Rp41Juta

Merdeka. com kepala Jumlah kompensasi yang berasal dari pelanggar Pemisahan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Kota Depok mencapai angka Rp41 juta. Jumlah itu didapat sebab 11. 020 pelanggar. Mayoritas pelanggar adalah warga yang tidak menggunakan masker.

“Denda sudah masuk sampai saat ini totalnya sekira Rp41 juta, tidak hanya pelanggaran masker tetapi ada serupa dunia usaha, ” kata Besar Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny, Rabu (26/8).

Pelanggar yang mencapai 11. 020 kasus itu ditindak berdasarkan peraturan wali kota (Perwal) yang dikeluarkan pada 4 Juni 2020. Hingga 24 Agustus 2020 tercatat jumlah pelanggaran tak menggunakan kedok sebanyak 6. 412 kasus.

“Selain masker, kami selalu telah menindak titik kerumunan 997 kasus. Pelanggaran usaha 3. 523 kasus, dan saat PSBB beberapa bulan lalu kami juga menangani tempat ibadah 88 kasus, ” tukasnya.

Khusus untuk yan tak bermasker, pihaknya mencatat ada 182 kasus pada Senin 24 Agustus. Sedangkan pada Selasa 25 Agustus 2020, terdapat 136 kasus. Jumlah ini didapat daripada hasil razia di beberapa titik jalan di Kota Depok.

“Satu hari itu saya hanya melakukan razia dua tanda, dan hasilnya ya segitu, pas banyak. Artinya masih banyak yang abai dan tidak patuh di dalam protokol kesehatan, ” katanya.

Pelanggar tersebut kata Lienda tidak semua pelanggaran dikenakan hukuman denda administratif. Pihaknya juga menganjurkan sanksi sosial berupa membersihkan fasilitas umum. Untuk denda, besaran teoretis tak mengenakan masker sekira Rp50 ribu.

“Denda sudah masuk sampai saat ini totalnya sekira Rp41 juta, tidak hanya pelanggaran masker tapi ada juga dunia usaha, ” tukasnya.

Lienda menuturkan, trend pelanggaran di Kota Depok terkait pencegahan Covid-19 masih turun naik. Terlebih, sejak dalam beberapa hari belakang ini pihaknya gencar melakukan razia masker.

“Stabilnya malah di angka ratusan per hari, itu untuk pelanggaran yang tak mengenakan masker, ” tutupnya. [eko]

Related Post