Diperiksa Polisi, Rizieq Imbau Pengikut Silakan Dukungan dari Rumah & Hindari Kerumunan

Merdeka. com – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab akan mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk menjalani penyeliaan sebagai tersangka kasus kerumunan di dalam Sabtu (12/12). Rizieq mengimbau pada pengikutnya tak melakukan kerumunan masa memberikan dukungan.

“Kepada umat Islam sekali lagi tanpa bikin kerumunan, sebab kalau membuat kerumunan lagi, ada provokator, ribut lagi, gaduh lagi. Saya tidak mau ada kegaduhan, saya tidak mau ada kerumunan, saya ingin pemeriksaan itu berjalan secara cantik sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan kepada masyarakat cukup doakan dari rumah agar saya sejenis juga pengacara semua diberikan gaya oleh Allah SWT, ” kata pendahuluan Rizieq dalam sebuah video ditayangkan kanal Youtube Front TV, Sabtu (12/12) dini hari.

Rizieq mengingatkan para pendukungnya jangan sampai mengganggu proses hukum yang tengah dijalaninya. Dia meminta agar para pendukungnya memberikan doa biar proses hukum tersebut berjalan piawai.

“Jadi jangan datang mengganggu proses hukum ini, setia, tenang, ikuti proses hukum ini dengan baik sesuai dengan peraturan yang ada, banyak-banyak berdoa. Moga semua berjalan dengan baik, insya Allah, Allah memberikan keamanan, kesejahteraan, kemenangan dan lain sebagainya. Siap tolong jangan buat kerumunan, sebab kita sudah punya komitmen, dengan jalan apa untuk tetap menjaga protokol kesehatan tubuh, bagaimana kita bersama-sama semua komponen anak bangsa yang ada buat mengatasi pandemi di kita memiliki negeri, ” kata Rizieq.

Rizieq sebelumnya angkat cakap terkait status tersangka kasus kerumunan hingga adanya upaya penjemputan menekan dilakukan kepolisian . Rizieq mengaku akan mendatangi Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/12) pagi, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengingkaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pada malam ini kami umumkan untuk seluruh anak kaum, Insya Allah besok hari Sabtu, tanggal 12 Desember 2020 pada pagi hari, saya bersama adjuster akan datang ke Polda Metro Jaya. Insya Allah, ” cakap Rizieq dalam sebuah video ditayangkan kanal Youtube Front TV, Sabtu (12/12) dini hari.

Rizieq mengatakan, kedatangannya ke Polda Metro Jaya bentuk komitmennya sebagai warga negara yang taat kepada hukum. Rizieq siap menjalankan cara hukum tersebut.

“Jadi saya mau menunjukkan bahwa kita tetap punya komitmen untuk menjadi warga negara yang baik untuk patuh hukum, untuk ikut melaksanakan dari pada prosedur hukum dengan ada, ” ujar dia.

Diketahui, pimpinan Front Advokat Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Penetapan itu terkait kerumunan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan putrinya, Syarifah Najwa di Petamburan.

Selain Rizieq, ada lima karakter lainnya ditetapkan sebagai tersangka. Lima tersangka dikenakan pasal Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Sementara Rizieq dijerat dengan Pasal 160 KHUP dan Pasal 216 KUHP.

Penetapan tersangka merupakan buatan kesepakatan dari penyidik setelah merampungkan gelar perkara pada Selasa (8/12) kemarin. Polisi pun mengancam melakukan interpretasi kepada para tersangka

“Ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka pertama penyelenggara saudara MRS, kedua ketua panitia HU, carik panitia A, MS pengasuh, SL penanggung jawab acara, dan HI kepala seksi acara, ” introduksi Kabid Humas Polda Metro Hebat, Kombes Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Kamis (10/12).

Sehari kemudian, Wakil Sekretaris sekaligus kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar, mendekati Mapolda Metro Jaya. Kedatangannya untuk mengambil surat pemanggilan terhadap tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan, Rizieq Syihab, dan lima orang lainnya.

Keluar dari ruangan, Aziz mengaku tidak ada surat pemanggilan untuk Rizieq yang akan diterbitkan ke polisi an. “Enggak ada surat seruan (tersangka), ” singkat Aziz kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (11/12).

Dengan terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membaca alasan polisi tak mengeluarkan surat pemanggilan terhadap enam tersebut jadi tersangka. “Kemarin sudah dijelaskan belahan MRS panggilan saksi pertama tidak datang, panggilan saksi kedua tak datang. Kemarin saya tegaskan tak ada lagi, Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan terhadap MRS, ” ujar Yusri. [gil]

Related Post