DPRD Bogor Sentil Disdik: Tak Ada Terobosan Sistem Pelajaran selama Pandemi

dprd-bogor-sentil-disdik-tak-ada-terobosan-sistem-pendidikan-selama-pandemi-1

Merdeka. com kepala Kepala DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menyentil Dinas Pendidikan (Disdik) yang masih mendahulukan proyek pembangunan gedung, dibanding berinovasi dalam membuat kebijaksanaan mengenai pendidikan di sedang pandemi.

“Sudah hampir dua tahun pandemi, saya belum lihat adanya terobosan dari disdik buat membangun sebuah sistem pelajaran yang cocok diterapkan dalam tengah masa pandemi era ini. Prioritasnya masih cuma sekitar proyek rehab status dan pelatihan-pelatihan, ” sekapur Rudy, Senin (6/9).

Kata Rudy, preferensi proyek fisik, pengadaan meubelair dan pelatihan-pelatihan itu, tertuang dalam rencana program disdik dalam Rancangan APBD 2022.

Padahal, sirih Rudy, pandemi yang terjadi sejak Maret 2020 serta belum bisa diprediksi teks akan berakhir, merupakan iklim yang tidak baik-baik sekadar untuk sektor pendidikan.

Fenomena disrupsi dengan merubah tata kelola bermacam-macam sektor menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang terdidik dan adaptif dengan bermacam-macam kondisi yang cepat sekali berubah.

“Investasi terbaik saat ini tidak properti, bukan deposito, tapi sumber daya manusia. Dan pembangunan sumber daya pribadi yang berkualitas ada pada sektor pendidikan, ” tegasnya.

Menurut Rudy, kegiatan belajar dari panti dengan memanfaatkan teknologi di jaringan berdampak pada turunnya kualitas pendidikan. Hal tersebut dikarenakan tidak semua anak bisa mengakses pembelajaran dengan peralatan yang memadai.

Bahkan, sekalipun buat siswa yang keluarganya berharta memfasilitasi, pemanfaatannya juga tak efektif karena game online dan berbagai konten digital menyita waktu belajar siswa.

“Anak-anak dengan tahun lalu masuk SMP sekarang sudah kelas dua, dan kalau tahun depan pandemi masih belum terarah lalu mereka lulus SMP dengan ijazah SMP tetapi kualitas pendidikannya masih SD. Demikian juga mereka yang lulus SMA, ” papar Rudy.

Berarti, kata Rudy, Kabupaten Enau kehilangan satu generasi SMP dan SMA. Padahal, lanjut dia, generasi muda terdidik tersebut sangat dibutuhkan buat regenerasi berbagai sektor.

Politisi Partai Gerindra tersebut amat menyayangkan, aparatur di disdik sama sekali tidak merisaukan dampak pandemi terhadap kegiatan pembelajaran. Kejadian tersebut tercermin dari kalender yang diusulkan Disdik di dokumen KUA-PPAS tahun Taksiran 2022. “Tidak satu kajian maupun usulan program buat mengevaluasi sekaligus inovasi untuk mengejar kualitas pendidikan kita, ” kata dia.

Rudy meminta agar disdik bersinergi dengan Universitas dan Lembaga penelitian yang ada di Kabupaten Enau. Menurut nya, Kabupaten Bogor memiliki akademisi dan peneliti mulia yang pemikirannya sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah pola pendidikan yang mampu mengecap generasi berkualitas.

“Kita punya IPB, UNHAN, dan LIPI, kami menimbulkan agar Disdik melibatkan para-para akademisi dan peneliti dari lembaga-lembaga tersebut untuk membikin konsep pendidikan yang unggul untuk diterapkan di kabupaten Bogor, ” tandasnya.

Kekecewaan DPRD Kabupaten Bogor terhadap kinerja Jawatan Pendidikan berawal dari kerap KUA-PPAS di Badan Anggaran. Saat itu, Sekretaris Jawatan Pendidikan Kabupaten Bogor Hartono Anwar menyampaikan, prioritas utama program Disdik di tahun anggaran 2020 adalah merehab ruang kelas dan mengejar target rata-rata lama sekolah.

Hartono membicarakan untuk mendongkrak rata-rata lama sekolah memerlukan partisipasi sejak lembaga non formal. Peristiwa tersebut karena adanya modifikasi standar UNDP terhadap indeks angka merek huruf serta usia harapan lama madrasah dari 25 tahun ke bawah menjadi 25 tarikh ke atas.

“Sementara anggaran yang tersedia dari pusat ataupun daerah untuk usia 25 tarikh ke bawah, ” sebutan dia. [ray]

Related Post