Eks Anggota DPRD Jadi Penggagas Pelaku Teror Kepala Anjing Pejabat Kejati Riau

eks-anggota-dprd-jadi-otak-pelaku-teror-kepala-anjing-pejabat-kejati-riau-1

Merdeka. com – Polisi menangkap mantan bagian DPRD Pekanbaru 2 masa Yoserozal Saputra (YS) dalam salah satu rumah makan di jalan Adinegoro, Medan, Sumatera Barat.

Pria 40 tahun tersebut ditangkap anggota Polresta Pekanbaru karena diduga menjadi tokoh pelaku teror kepala asu di rumah Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Muspidauan. Yose juga seorang pecatan polisi berpangkat brigadir di Riau.

Teror di rumah Muspidauan lantaran adanya ketidaksenangan zaman dia menjabat sebagai Kepala Lembaga Adat Melayu Riau wilayah Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengutarakan, YS dijadikan tersangka serta langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan.

“Hasil penyelidikan, YS berada pada Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Tak menunggu periode tim kami kemudian bekerja menuju kota Padang, Sumatera Barat, ” kata Nandang kepada merdeka. com Sabtu (29/5).

YS diduga menjadi otak pelaku aksi teror pelemparan kepala anjing ke rumah Muspiduan pada Jumat (5/3) pagi buta. Tak hanya itu, gerak-gerik teror juga dilakukan oleh orang suruhannya ke rumah Nasir Penyalai pada keadaan yang sama Jumat malam.

Nandang tak menelantarkan aksi yang dilakukan para-para pelaku terkait kekuasaan pemimpin LAMR Pekanbaru. Namun, Muspidauan kebetulan juga seorang pejabat di Kejati Riau.

Penangkapan YS hampir tiga bulan buron, berdasarkan hasil penyelidikan dan penjagaan empat tersangka lainnya dengan sudah diamankan sebelumnya, dan pemeriksaan saksi-saksi.

Menurut Nandang, YS ialah dalang pelaku teror pelemparan potongan kepala anjing ke rumah Kasi Penkum Kejati Riau, dan penyiraman minyak bumi di rumah Sekretaris Institusi Adat Melayu (LAM) Riau M Nasir Penyalai.

Pelaku menyuruh 4 orang untuk melakukan teror tersebut. Mereka adalah, IP alias Iwan, DW nama lain Didi, Boy dan Bobi.

“Pelaku YS berperan sebagai orang dengan menyuruh tersangka Irwan Purwanto (IP) dan melakukan perencanaan terhadap kedua sasaran teror. Tersangka mengaku tidak mengenal dan tahu dengan tiga tersangka lainnya, ” sahih Nandang. [rnd]

Related Post