enam Tahun Buron, Pembunuh di Kebumen Diciduk Polisi saat Mudik Aliran Covid-19

Merdeka. com – Rendah hati merasa tak didata memiliki bantuan sosial dari pemerintah, YT (53) warga Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen menikam kepala RT setempat, Harjo Wintono (63). Selama 6 tahun, YT menghilang dan berstatus sebagai buron.

Peristiwa pembunuhan itu berlaku pada 28 November 2014 redup. Baru diketahui kemudian, YT sempat melarikan diri ke Sumatera langsung bekerja di Jakarta .

Disebabkan alami pemberhentian pekerjaan karena pandemi Corona, YT memutuskan mudik ke Kebumen. Pada Kamis (7/5) sekira memukul 01. 30 Wib, ia biar ditangkap Reskrim Polsek Patanahan dalam sebuah rumah tua di Daerah Munggu, Kecamatan Petanahan.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan pada mulanya pelaku mengaku kesal dengan korban karena menyiram bibit tanaman pepayanya secara racun rumput. Tanaman tersebut lulus mengering dan mati. Dendam semakin mendalam karena korban yang selalu ketua RT diangap tidak mencatat tersangka untuk mendapatkan bantuan daripada Pemerintah.

“Karena kekesalan itu, tanpa ada komunikasi, simpulan mengambil pisau dan menikam korban pada bagian perut. Pada saat tersebut korban sempat menjalani perawatan medis, namun akhirnya meninggal dunia, ” jelas AKBP Rudy, Rabu (13/5).

Tersangka yang nanar melarikan diri ke Sumatera. Sedangkan barang bukti pisau yang digunakan untuk membunuh korban, yang tidak lain adalah adik sepupunya, dibuang di Selat Sunda Merak.
Dalam pelariannya tersangka mengaku sering dihantui bayangan korban.

“Selama 6 tahun menghilang dari kejaran petugas, tersangka selalu mencatat, ” kata Rudy.

Pelaku mengaku menetap cukup periode di Jakarta dan bekerja jadi kuli bangunan. Namun karena status Corona, tersangka diberhentikan dari pekerjaannya memutuskan pulang ke Kebumen.

Keputusannya untuk mudik sebab menganggap kasusnya telah dihentikan sebab Polres Kebumen. Ia sempat diketahui nongkrong di warung kopi dalam daerah Kecamatan Puring.

“Saya mengira kasusnya sudah sempurna karena sudah lama. Saya mangkir karena takut ditangkap, ” cakap tersangka YT pada polisi .

Sebab perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 355 Ayat (2) KUH Pidana tentang penganiayaan berat yang menimbulkan matinya korban dan atau Bab 351 Ayat (3) KUH Pidana tentang penganiayaan yang menyebabkan karakter meninggal dunia. Ancaman penjara memutar lama 15 tahun kurungan. [rhm]

Related Post