Hukum ke Bali Dilonggarkan, Tes Swab PCR Berlaku Maksimal H-7 Keberangkatan

Hukum ke Bali Dilonggarkan, Tes Swab PCR Berlaku Maksimal H-7 Keberangkatan

Merdeka. com semrawut Sekretaris Kawasan Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan adanya pelonggaran kebijakan zaman berlaku hasil tes swab PCR bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Sebelumnya dalam SE Gubernur disebutkan wisatawan yang datang ke Bali menggunakan transportasi udara, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR, minimal 2 x 24 jam atau H-2, sebelum keberangkatan.

“Jadi pada rapat tadi, disesuaikan menjadi maksimal H-7 para PPDN yang melakukan perjalanan dengan pemindahan udara wajib menunjukkan surat masukan hasil negatif uji swab berbasis PCR, ” kata Indra era konferensi pers di Ruang Kerap Sandat, Kantor Diskominfo Provinsi Bali, Kamis (17/12).

Kerap koordinasi dalam rangka Hari Natal dan menyambut Tahun Baru yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Dunia Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melalui video conference serta diikuti Gubernur Bali Wayan Koster.

“Dari rapat tersebut diberlakukan penyesuaian yang disepakati secara 3 point utama yaitu Mula-mula, ketentuan tentang pengendalian perjalanan libur Natal dan Tahun Baru sahih mulai 19 Desember 2020, jadi surat edaran Nomor 2021 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kegiatan asosiasi selama libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021 dalam tatanan kehidupan era terakhir di Provinsi Bali berlaku tanggal 19 Desember 2020, ” terangnya.

Kedua yaitu mengenai adanya perubahan aturan terkait masa berlaku tes swab PCR. Kemudian ketiga adalah terkait wisatawan yang mendapat pengecualian terkait tes Covid-19.

“Ketiga, ada pengecualian-pengecualian di dalam persyaratan ini, pengecualiannya adalah untuk penumpang yang berumur 12 tahun ke bawah, ataupun di bawah 12 tahun oleh sebab itu dikecualikan dari hasil tes PCR atau antigen, ” imbuh Indra.

Indra mengungkapkan, di rapat dengan Forkominda Se-Bali serta Sekda Se-Bali dengan menghadirkan institusi terkait, Rabu (16/12), ada kira-kira hal yang dipertimbangkan dari kegiatan tes PCR, yaitu para pengikut pesawat transit di Bandara Ngurah Rai Bali, lalu terbang sedang keluar Bali, maka hal tersebut dikecualikan. Selanjutnya, untuk kru pesawat yang tidak turun ke Bali juga dikecualikan.

“Dan penumpang yang berasal dari kawasan yang tidak ada fasilitas ulangan PCR-nya, maka itu diizinkan mendalam Bali dengan catatan setiba menyelundup Bali, petugas akan mengarahkan penumpang tersebut untuk ikut tes PCR atau antigen, ” ujar Alat. [cob]

Related Post