Jokowi Desak Persyaratan KUR Dipermudah, Ini Jawaban Bank BRI

jokowi-desak-persyaratan-kur-dipermudah-ini-jawaban-bank-bri-1

Lepas. com – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) telah mendorong relaksasi persyaratan kredit usaha rakyat (KUR) terus dilakukan, buat mendongkrak kinerja pelaku cara mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tenggelam akibat pandemi Covid-19.

Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Supari mengatakan, semasa ini salah satu sekatan yang dihadapi calon debitur untuk mengajukan KUR terpaut jaminan atau agunan sebagai persyaratan kredit.

“Permudah itu kan yang selama ini kita terjemahkan khususnya terkait dengan tendon, ” kata Supari pada Jakarta , dikutip Jumat (3/9/2021).

Kendati begitu, skema penyaluran KUR tanpa sandar telah disesuaikan sejak Juli lalu. Terhitung sejak 1 Juli 2021, batas berasaskan KUR tanpa agunan dinaikan dari semula Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta.

“Isu tentang agunan, KUR istimewa mikro sampai dengan Rp 10 juta itu tanpa agunan, KUR mikro dalam atas Rp 10 juta sampai Rp 50 juta tanpa agunan, KUR mungil di atas Rp 50 juta sampai Rp 100 juta tanpa agunan, ” terang Supari.

“Yang di atas Rp 100 juta sesuai dengan penilaian dan kebijakan bank penyalur masing-masing, ” dia menambahkan.

Supar menilai, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat saat itu jadi poin terpenting dalam mendongkrak penyaluran KUR. Sebab, masih ada masyarakat yang lebih tertarik untuk menyelenggarakan kredit di non-lembaga keuangan dengan pertimbangan pencairan uang lebih cepat.

“Masyarakat lebih senang ke pelepas uang. Oleh karena itu Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) sudah membentuk layanan-layanan yang bisa selaras dengan layanan pelepas kekayaan atau rentenir, ” ungkapnya.

Menyikapi kasus tersebut, Supari coba meyakinkan bahwa BRI bersama dengan bank BUMN lain sudah memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang kuat untuk memperluas penyaluran KUR ke berbagai wilayah.

“BRI punya agen yang hampir 500 ribu, BNI punya wakil, Bank Mandiri punya pemasok, BTN juga punya penyuplai. Belum lagi para RM (relationship manager) yang tersebar, ” pungkasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Emas

Sumber: Liputan6. com [azz]

Related Post