Kemnaker Klaim Stimulus Pemerintah Jadi Tekan Angka Pengangguran sebab Covid-19

kemnaker-klaim-stimulus-pemerintah-berhasil-tekan-angka-pengangguran-karena-covid-19-1

Merdeka. com – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, mengklaim langkah negeri memberikan bantuan atau provokasi cukup berhasil menekan angka pengangguran. Diakui Anwar, pandemi Covid-19 cukup berdampak pada sisi permintaan atau demand dalam pasar tenaga kegiatan.

Hal tersebut ditunjukkan dari total praktisi terdampak dari sisi suruhan sebesar 18, 45 juta orang atau 96, enam persen dari seluruh mutlak penduduk usia kerja.

Menurut Anwar situasi itu memperlihatkan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi tidak sungguh-sungguh berkontribusi besar terhadap tingkat pengangguran secara umum.

“Sebab langkah pemerintah dalam bentuk berbagai agenda bantuan atau stimulus pas berhasil menekan angka pengangguran karena Covid-19, ” jelasnya. Demikian dikutip dari Kurun, Kamis (9/6).

Istilah ledakan PHK, katanya, kurang tepat digunakan memikirkan relatif kecilnya tingkat pengangguran akibat Covid-19. Meskipun zona informal menjadi jaring pengaman penyerapan tenaga kerja.

“Persentase tenaga kegiatan di sektor informal semasa masa pandemi cenderung meningkat dari 56, 64 obat jerih pada Februari 2020 menjadi 59, 62 persen pada Februari 2021, ” katanya.

Dari sisi regulasi, Kemnaker telah menerbitkan dua Permenaker, dua Kepmenaker, dan empat Surat Informasi untuk mengantisipasi PHK jadi dampak pandemi.

Sesuai regulasi di akan, dari sisi pengupahan negeri telah memberikan panduan pelaksanaan pengupahan bagi perusahaan terdampak pandemi COVID-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan usaha, biar tetap dapat memenuhi hak-hak pekerja.

“Dalam menjalankan program Bantuan Subsidi Upah Tahun 2020 serta 2021, menyesuaikan besaran pembalasan upah pekerja berdasarkan kesepakatan pengusaha dan pekerja, ” katanya. [lia]

Related Post