Larang Ziarah Kubur, Pemkot Bogor Tugaskan Satpol PP pada TPU

larang-ziarah-kubur-pemkot-bogor-tugaskan-satpol-pp-di-tpu-1

Merdeka. com – Pemerintah Tanah air Bogor yang melarang kegiatan ziarah kubur pada libur Lebaran 2021, pada 12-16 Mei 2021. Petugas daripada Satpol PP ditugaskan untuk berjaga di pintu menyelap tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Bogor.

Kepala Satpol PP, Agustian Syah mengatakan, di TPU Blender di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Desa Sareal, Kota Bogor, ada 12 akses masuk, serta Satpol PP menempatkan personelnya di setiap akses masuk.

“Kami selalu menerapkan penjagaan di TPU lainnya, ” katanya, Kamis (13/5).

Menurutnya, Satpol PP bertindak bertemu arahan Wali Kota Bogor dengan mengedepankan langkah persuasif dan tidak ada hukuman.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tatkala tidak berziarah ke makam. Ini guna menghindari penularan Covid-19, ” ujarnya kaya dilansir dari Antara.

Sebelumnya, Wali Tanah air Bogor Bima Arya sudah menerbitkan Surat Edaran mengenai Panduan Penyelenggaraan Menyambut Idul Fitri 1442 H/2021 M pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bogor. Di surat edaran tersebut, jarang lain, mengatur soal pembatasan sementara untuk ziarah kubur, pada libur Lebaran 2021.

Wali Kota Bogor membuat surat informasi yang mengatur antara asing, larangan sementara untuk kunjungan kubur pada libur Lebaran 2021, berdasarkan kesepakatan besar daerah di Jakarta , Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, serta Cianjur (Jabodetabekjur), pada rapat harmonisasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/5).

Kesepakatan kepala wilayah di Jabodetabekjur menyepakati, kekangan sementara ziarah ke TPU, kecuali kegiatan memakamkan karakter meninggal dunia.

Bima Arya yang didampingi sejumlah pejabat terkait, selalu melakukan peninjauan ke TPU Blender di Kota Bogor, pada Rabu (12/5), untuk memastikan pelaksanaan kebijakan kekangan sementara ziarah kubur dalam semua TPU di Kota Bogor dilaksanakan.

Menurut Bima Arya, pembatasan sementara ziarah ke makam di TPU adalah kesepakatan bersama kepala daerah dalam Jabodetabekjur untuk menekan transmisi Covid-19.

“Jangan sampai karena kegiatan klub pada bulan Ramadhan & libur Lebaran, terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Kebijaksanaan ini, pelaksanaannya memang suram, tapi ini adalah cara maksimal untuk mencegah gerombolan, ” tutupnya. [fik]

Related Post