Membalas: Jogo Tonggo Bukan Kepatuhan, Itu Soal Solidaritas

Membalas: Jogo Tonggo Bukan Kepatuhan, Itu Soal Solidaritas

Merdeka. com – Gubernur Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjelaskan bukti kejayaan program ‘Jogo Tonggo’ (menjaga tetangga) sebagai langkah yang diambil buat membangun kepedulian masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Situasi itu dikatakan Ganjar sapaan akrabnya saat melakukan dialog virtual bersama jurnalis merdeka. com Lia Harahap melalui akun instagram merdeka. com, pada Senin (18/5).

Menurut orang nomor satu di Jateng tersebut, ide program Jogo Tonggo ternyata cukup berhasil buat membangun solidaritas untuk saling menjaga dan memperhatikan kondisi masyarakat pada desanya masing-masing.

“Jadi Jogo Tonggo itu bukan rencana soal kepatuhan, ini cerita perkara partisipasi bagaimana kemudian masyarakat untuk saling menjaga, saling mendata masyarakat desa di wilayahnya, untuk bersama-sama melewati dan memastikan kebutuhan dahar, ” katanya.

Tempat mengatakan, selain untuk membangun solidaritas Jogo Tonggo ini juga menjadi bahan yang nantinya akan menjadi evaluasi Pemprov dalam membuat kelakuan politik anggaran.

“Seperti persiapan stimulus-stimulus anggaran, bantuan serta pelatihan-pelatihan yang kita siapkan. Pada intinya Jogo Tonggo itu ialah penetrasi untuk gerakan saling membantu sesama warga, ” jelasnya.

Program Jogo Tonggo tersebut telah diterapkan melalui Satuan Tugas yang ditempatkan di desa-desa. Tempat pun menceritakan partisipasi masyarakat yang masif terhadap program Jogo Tonggo tersebut.

“Saya pikir, di awal itu kuatnya tersedia di desa-desa ternyata, di Semarang yang sebagai kota metropolitan pun turut membantu, malah berjalan dengan bagus. Dengan adanya lumbung makanan, termasuk di Kudus yang ada hal unik, adanya sumbangan dibanding warga berupa daun singkong dan lain-lain. Itu kan bikin seneng, ” paparnya.

Zaman dialog interaktif, Ganjar turut besar akan solidaritas masyarakat Jateng yang saling bahu membahu untuk mengantisipasi jika mengalami kekurangan bantuan.

“Alasan Jogo Tonggo ini kan juga kan untuk mengantisipasi jika bantuan-bantuan yang disediakan tak cukup, ” ungkapnya.

Diketahui bahwa program Jogo Tonggo ini telah melibatkan seluruh bagian tingkatan pemerintah mulai dari himpunan tugas provinsi, bupati, walikota, camat, hingga kades dan RW yang lebih terkoordinasi. bertugas untuk perut hal, yakni jaring pengaman sosial dan keamanan yang berupa sosialisasi, pendataan, dan pemantauan warga. [fik]

Related Post