Moeldoko: Pemerintah Tidak Antikritik, Mari Sertai Kritikan dengan Solusi

moeldoko-pemerintah-tidak-antikritik-mari-sertai-kritikan-dengan-solusi-1

Merdeka. com – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak masyarakat buat tidak terlalu pesimistis lalu meragukan kemampuan Indonesia untuk keluar dari krisis akibat pandemi. Sebaliknya, mantan Panglima TNI ini mendorong masyarakat menyatukan daya dan kekuatan mencari solusi.

“Dalam hal apapun pesimisme tidak akan pernah membikin masalah terselesaikan. Pesimisme membikin otak kreatif kita buntu, energi kita habis tersedot, ” kata Moeldoko dalam keterangannya, Sabtu (10/7).

Moeldoko meminta agar semua pihak melepaskan perbedaan, dan memberi kritik membangun agar bisa berkontribusi kepada kemajuan bangsa ini.

“Pemerintah tidak anti-kritik, namun untuk saat terkait marilah sertai kritikan oleh solusi. Bantu kami berpikir dan bantu kami menyelamatkan masyarakat. Mari kita sama-sama bergerak untuk pemulihan bersama, ” imbaunya.

Adapun Presiden Joko Widodo pada hari Kamis tanggal 1 Juli lalu mengumumkan kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di 122 kabupaten lalu kota di Jawa lalu Bali sejak 3 Siebenter monat des jahres hingga 20 Juli.

“PPKM darurat adalah salah satu skenario pemerintah untuk menekan penyebaran. Mobilitas orang tanpa gejala / OTG dapat dikendalikan, dikarenakan mereka yang berstatus OTG inilah yang berbahaya di dalam penyebaran virus, ” lanjut Moeldoko.

Menurutnya, pemerintah telah mengupayakan segala lini baik dari segi re-alokasi anggaran, penyediaan tambahan tempat tidur bagi pasien, pengadaan oksigen, upaya percepatan vaksin, hingga tindakan tegas yang disarankan pada para pelanggar PPKM darurat serta para penimbun obat-obatan dan oksigen.

Namun, Moeldoko mengakui penerapan PPKM tidak merupakan tanpa tantangan. Berdasarkan pantauan dari pemerintah, tingkat mobilitas masyarakat di masa PPKM darurat baru minus 30%, kata Moeldoko. PPKM baru akan dianggap berhasil andai mampu menekan mobilitas pada minus 50%.

“Oleh sebab itu pemerintah tetap akan memperketat PPKM sampai tanggal 20 Siebenter monat des jahres, ” tegas Moeldoko.

“Indonesia pulih dikarenakan saya, Indonesia pulih karena kamu, dan Indonesia pulih karena kita, ” tutup Moeldoko.

Media reporter: Delvira H
Sumber: Liputan6. com [eko]

Related Post