Naik Motor Trail, Mulyadi Gerindra Bagikan Bantuan ke Desa Terisolir di Bogor

naik-motor-trail-mulyadi-gerindra-bagikan-bantuan-ke-desa-terisolir-di-bogor-4

Merdeka. com – Menyusuri jalan berbatu berkilo-kilometer. Naik dan turun bukit. Anggota DPR dri Fraksi Gerindra Mulyadi diharuskan menggunakan motor trail. Dia hendak memberikan bantuan ke masyarakat pedalaman Kampung Cioray, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (29/8).

Akses sarana menuju kampung cukup lebar, namun berlumpur. Tak bisa dilewati. Sehingga perlu pakailah jalur alternatif. Lebar sarana tak lebih dari dua meter. Kanan kiri terlihat semak belukar tinggi. Perkebunan pisang tak bertuan hingga jurang di sekeliling. Hubungan jalan yang rusak membikin warga kampung Cioray terlihat terisolir.

Dikarenakan sulitnya akses, beberapa kali motor rombongan Mulyadi bahkan sempat terjatuh di sarana yang penuh batu, naik, dan turun yang cukup terjal.

©2021 Merdeka. com/dokumen pribadi

“Sudah satu bulan ini setiap akhir pekan saya memberikan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang terdampak pandemi Covid-19. Desa Cioray ini yang menurut saya aksesnya paling parah dan memprihatinkan, inch jelas Mulyadi saat dihubungi merdeka. com, Senin (30/8).

Kedatangannya dadakan. Tak ada seremonial. Bahkan tidak jarang, saat bantuan dibagikan, masyarakat justru sedang tak ada di rumah. Dia pun sempat kesulitan membagikan sembako tersebut. Hingga terpaksa, sekantong bantuan itu hanya ditaruh di depan pintu warga yang memang pagi itu kebanyakan sedang bekerja di kebun.

©2021 Merdeka. com/dokumen pribadi

Mulyadi berharap, bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Terlebih kamping Cioray ini dinilainya sangat memprihatinkan.

“Setidaknya kita ingin melihat dampak sosial redovisning akibat pandemi. Karena tidak ada pandemi saja wilayah ini sudah sangat memprihatinkan. Karena kue pembangunan yang terasa kurang berpihak, apalagi ada pandemi, padahal secara jarak tidak jauh dri Ibu kota, ” terang Mulyadi saat dihubungi merdeka. com.

©2021 Merdeka. com/dokumen pribadi

Kampung Cioray diisi kurang lebih 100 kepala keluarga. Dengan jarak antar rumah yang cukup jauh. Di Kampung terkait, jarang ditemui warga memiliki rumah dengan bangunan permanen. Rata-rata, rumah mereka terbuat dari kayu.

Posisinya pun berjauhan dari rumah satu ke rumah lain. Sekeliling rumah tampak perkebunan dan hutan. Tidak ada aspal, semua tanah merah yang jika hujan turun, konturnya menjadi licin.

©2021 Merdeka. com/dokumen pribadi [rnd]

Related Post