Negeri Aceh Gratiskan Warga Tes PCR Covid-19

Negeri Aceh Gratiskan Warga Tes PCR Covid-19

Merdeka. com – Negeri Aceh memastikan tidak ada pengumpulan biaya terhadap warganya yang hendak melakukan pemeriksaan sampel swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) terkait Covid-19, baik yang sendiri maupun yang tidak mandiri.

“Kami semua tidak berbayar, mau yang mandiri ataupun tak mandiri, kita tidak mengutip komisi satu rupiah pun, ” kata Kepala Balai Litbangkes Aceh Fahmi Ichwansyah, di Banda Aceh, dilansir Jarang, Selasa (6/10).

Peristiwa itu, kata Fahmi, cara itu untuk menolong masyarakat yang memerlukan layanan, sehingga sejak resmi jalan pada April lalu sampai saat ini, Balai Litbangkes Aceh melakukan pemeriksaan sampel swab Covid-19 secara percuma.

Namun, menurutnya, pihaknya tidak melakukan pengambilan sampel swab di laboratorium Balai Litbangkes Aceh, tetapi mereka hanya menerima contoh swab yang diberikan oleh kemudahan kesehatan (faskes), baik dari sendi sakit rujukan di kabupaten/kota atau Labkesda Aceh.

“Kita menerima sampel swab itu lantaran faskes yang mengirim ke kita dan kita periksa. Apakah itu mengirim yang mandiri atau pasien, atau yang hasil tracing, kita terima, asal sampelnya dari faskes. Kita tidak menerima sampel swab dari klinik swasta, jadi kalau klinik swasta silahkan bekerja setara dengan rumah sakit. Kita hanya terima dari instansi pemerintah, ” kata Fahmi lagi.

Menurut Fahmi, misalnya terdapat masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan swab secara mandiri di Labkesda Aceh, maka petugas melayani untuk pengambilan sampel swab, dan mengirim untuk pemeriksaan ke Balai Litbangkes Aceh.

“Kami tidak berbayar, Labkesda tidak ambil bayaran serupa. Misalnya datang ke RSUD Zainoel Abidin mau diambil swabnya, silahkan diambil, nanti spesimen swab mengoper ke kami dan kami yang periksa, itu gratis dari kausa sampai sekarang kita gratis, ” ujarnya.

Sementara tersebut, di Laboratorium Penyakit Infeksi Unsyiah Banda Aceh juga tidak menjemput biaya pemeriksaan uji sampel swab. Pihaknya membagi tiga kelompok tes swab yakni kelompok gratis mula-mula bagi mereka pasien suspek atau probable Covid-19, kelompok gratis ke-2 bagi mereka warga kabupaten/kota dengan bekerja sama degan Unsyiah, dan kelompok ketiga yang berbayar untuk mereka yang datang secara mandiri.

Manager Operasional Laboratorium Penyakit Infeksi Unsyiah Ichsan mengatakan, kelompok gratis pertama bagi mereka yang suspek atau probable Covid-19, karena cairan kit reagen dengan digunakan merupakan dari bantuan BNPB, dan bahan habis pakai (BHP) yang digunakan ditanggung oleh Unsyiah.

“Jadi Unsyiah berkewajiban membayarkan PHB, termasuk listrik, cairan, operasional, tenaga pemeriksa, itu Unsyiah yang bayar. Jadi itulah sumbangsih Unsyiah untuk penanggulangan Covid-19, itukan dana Unsyiah, ” kata Ichsan.

Kemudian kelompok gratis kedua, kata dia, bagi warga kabupaten/kota yang bekerja sama secara Unsyiah. Misalnya, Banda Aceh miliki program uji swab tahap pertama terhadap 1. 300 warga, tahap kedua 2. 000 warga, dan tahap ketiga nantinya direncanakan kepada 5. 000 warga.

“Jadi kelompok kedua ini gratis juga, yakni Unsyiah menanggung operasional, sedangkan BHP ditanggung oleh negeri kota, dan kit reagennya kita pakai bantuan BNPB, ” katanya.

Sementara, kelompok ke-3 bagi mereka yang memeriksa swab secara mandiri. [eko]

Related Post