OJK Laporkan Industri Asuransi Muncul Positif, Aset Tembus Rp949 T dan Premi Naik

ojk-laporkan-industri-asuransi-tumbuh-positif-aset-tembus-rp949-t-dan-premi-naik-1

Langgas. com – Sektor jasa keuangan tetap stabil hingga Juli 2021. Hal ini diketahui berdasarkan laporan Otoritas Bantuan Keuangan (OJK). Salah utama yang tumbuh positif sebab laporan OJK tersebut adalah industri asuransi. Dari daftar OJK, aset industri asuransi tercatat mencapai Rp 949, 44 triliun atau muncul 8, 11 persen (yoy).

Kemudian Premi industri asuransi pada Juli juga tumbuh 6, 33 persen (yoy) sebesar Rp 9, 86 triliun. Secara jumlah premi Asuransi Sukma mencapai Rp 107, 61 triliun serta premi Asuransi Umum dan Reasuransi sejumlah Rp 58, 06 triliun.

Adapun Risk-Based Capital industri asuransi roh dan asuransi umum per tercatat sebesar 653, 74 persen dan 346, 73 persen, jauh di arah ambang batas ketentuan sebesar 120 persen.

Sementara angka rasio kelengkapan investasi perusahaan asuransi ijmal dan asuransi jiwa selalu masih cukup kuat di Juli yaitu 174, 64 persen dan 111, 51 persen dengan threshold sebesar 100 persen.

Juru Bicara OJK Sari Putih Djarot mengatakan buat menjaga industri asuransi menghadapi penurunan ekonomi dampak pandemi Covid 19, OJK sudah mengeluarkan berbagai kebijakan relaksasi.

“Seperti perkiraan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi dan reasuransi, kebijakan metode komunikasi pelaksanaan rapat serta pemasaran Paydi melalui video conference dan penundaan penetapan sanksi atas pelanggaran keyakinan ekuitas minimum perusahaan pialang, ” jelas dia, Jumat (27/8/2021).

Menghadapi tantangan industri asuransi ke depan, OJK saat ini juga sedang menyiapkan peraturan Insurance Technology (insurtech) dengan akan mengatur jenis keluaran dan layanan yang sanggup dijual perusahaan pialang asuransi digital, standar teknologi bahan, serta kualifikasi SDM pemimpin IT.

OJK juga tengah menyiapkan surat edaran mengenai Paydi, dengan akan mengatur kriteria perusahaan yang memasarkan Paydi, desain Paydi, pedoman pengelolaan Paydi, pemasaran dan keterbukaan fakta, serta pelaporan Paydi.

Untuk meningkatkan pengawasan kepemilikan efek oleh perusahaan asuransi, OJK juga padahal menyiapkan dashboard kepemilikan pengaruh perusahaan asuransi dan sokongan pensiun.

Kebijakan-kebijakan ini sejalan dengan kalender transformasi dan reformasi IKNB yang telah dilakukan semenjak 2018, antara lain secara pengembangan dan pengaturan IKNB, penguatan pengawasan IKNB & pengembangan infrastruktur IKNB. [hhw]

Related Post