Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Capai 16, 5 Obat jerih

pembangunan-mrt-jakarta-fase-2a-capai-165-persen-1

Merdeka. com – Direketur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan progres konstruksi MRT Jakarta fase 2A. Buat pengerjaan fase 2A tersebut terbagi menjadi beberapa bagian yakni CP201 rute Putaran HI-Harmoni, CP202 rute Harmoni-Mangga Besar, dan CP203 arah Mangga Besar-Kota.

“Progres pembangunan CP201 dibanding Bundaran HI sampai Harmoni sudah capai 16, 5 persen, ” kata William di Jakarta, Senin (31/5).

Kata dia, saat ini pihaknya sedang melakukan pekerjaan persiapan untuk mendatangkan panel boring atau mesin bor untuk menggali jalur kereta MRT bawah tanah. Yakni dari Stasiun Bundaran HI sampai Stasiun Keseimbangan.

Rencananya juru bicara tersebut akan didatangkan dari Jepang dan tiba di dalam Oktober 2021.

“Sambil itu di sini adalah penataan lalu lintas kami lakukan. Kemudian pertimbangan-pertimbangan atau upaya-upaya untuk penjagaan dan perlindungan terhadap situs-situs cagar budaya, ” ucapnya.

Nantinya, panel boring disiapkan untuk Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin. Rencananya, pengeboran akan dimulai pada awal tahun 2022.

“Setelah diinstalasi di bawah, pekerjaan panel boring mesin itu direncanakan awal tahun depan, ” jelasnya.

Buat MRT fase dua CP201 rute Bundaran HI-Harmoni hendak melewati Stasiun Thamrin serta Monas. Rencananya Stasiun Thamrin sepanjang 440 meter tersebut nantinya mencakup area ajaran Hotel Sari Pan Pacific atau persis di kolong JPO sampai depan Gedung Kementerian ESDM.

Kemudian, stasiun tersebut mau memiliki 10 akses keluar-masuk bagi penumpang.

Sedangkan Stasiun Monas memiliki panjang 280 meter dengan meliputi area pintu mengakar Monas yang terletak dalam seberang Patung Kuda, datang Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Lepas Barat.

Sementara itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah memulai pengerjaan pembangunan MRT Fase II yang terdiri dari Fase 2A mencakup jalur dibanding kawasan Hotel Indonesia datang Kota dan fase 2B dari Kota sampai Tanjung Barat.

Penasihat Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menjumpai beberapa temuan fragment keramik atau piring hingga temuan struktur batu bata pada Monas. Temuan tersebut saat ini telah diamankan spesialis arkeologi BUMD bersama pihak Boreh Budaya Provinsi DKI Jakarta.

“Inilah lengah satu tantangan besar dalam Fase II ini. Awak juga harus melindungi tanggungan budaya. Informasi yang awak dapat di sisi barat Monas ini dahulunya ialah pasar malam dan kedudukan kantor penjaga , ” ujar Silvia, Rabu (12/8/2020).

Dikatakan Silvia, jika hasil penelitian tim arkeologi menuturkan pengerjaan proyek MRT Periode II harus diubah karena adanya bangunan cagar adat, maka pihaknya siap untuk melakukan modifikasi desain.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6. com [fik]

Related Post