Pendakian Gunung Lawu Dibatasi, Hanya Untuk Warga Jateng dan Yogyakarta

Pendakian Gunung Lawu Dibatasi, Hanya Untuk Warga Jateng dan Yogyakarta

Merdeka. com – Pada era new normal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Jawa Tengah mulai membuka destinasi wisata, termasuk pendakian ke Bukit Lawu. Namun wisatawan masih dibatasi hanya untuk masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Gerak Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan jalur pendakian melalui pintu utama telah dibuka sekitar seminggu lalu. Masyarakat, terutama para pecinta wisata alam bisa menikmati indahnya gunung yang ada di tapal batas Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.

“Jalur Cemoro Kandang selama 3 bulan kita tutup akibat pandemi Covid-19. & pekan lalu sudah kita bekerja kembali, namun kita batasi zaman, hanya untuk masyarakat Jawa Sedang dan Yogyakarta, ” ujar Menjelma, Minggu (28/6).

Biar demikian, pihaknya tetap menerapkan adat kesehatan yang ketat untuk pada setiap pengunjung. Demikian juga dengan jumlah orang yang ada di daerah, hanya diperbolehkan maksimal 50 obat jerih dari daya tampung.

“Jumlah pengunjung juga kita batasi maksimal hanya 50 persen. Pendaki harus menyiapkan perlengkapan standar new normal, seperti membawa sabun, menggunakan masker, dan harus menjaga jarak atau physical distancing, ” katanya.

Selain jalur sempurna Cemoro Kandang, sebelumnya pihaknya pula telah membuka jalur pendakian menggunakan Candi Cetho. Pembukaan jalur Cetho, dilakukan setelah mendapatkan izin sejak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Jawa Tengah.

Titis menambahkan, usai dibuka selama seminggu, pendakian ke gunung yang memiliki ketinggian 3. 265 mdpl itu belum maksimal.
Hingga saat ini jumlah pengunjung baru kira-kira 30 persen. Pendaki yang melalui jalur Cetho misalnya, baru tercatat 420 orang.

“Dulu pada hari normal rata-rata tersedia 1. 300 orang naik ke Gunung Lawu. Sebelum naik pendaki diminta mencatatkan identitas diri dalam posko penjagaan, ” jelasnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Tumenggung Karanganyar Juliyatmono menegaskan, pendakian ke Gunung Lawu tidak akan ditutup setelah peristiwa penyerangan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni, Minggu (21/6) morat-marit.

Pemkab Karanganyar, sendat dia, tetap akan memandu para relawan yang membersihkan jalur pendakian dari Cemoro Kandang ke pucuk Gunung Lawu. Sehingga saat dibuka untuk umum nanti, jalurnya telah tertata.

“Kegiatan dengan dilakukan Polres Karanganyar kemarin itu luar biasa untuk susur gunung. Itu artinya membersihkan jalur pendakian yang selama ini tertutup oleh rumput dan lain-lain supaya seluruh pendaki nanti jangan sampai ada yang tersedia, ” katanya. [gil]

Related Post