Pengikut Kristen dan Muslim pada NTT Kutuk Tragedi Peledak Bunuh Diri di Makassar

umat-kristen-dan-muslim-di-ntt-kutuk-tragedi-bom-bunuh-diri-di-makassar-1

Langgas. com – Umat Kristen serta Muslim di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutuk keras aksi terkaan bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makassar , Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).
Penyesalan atas peristiwa itu disuarakan pimpinan gereja dan pimpinan organisasi keagamaan.

Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pendeta Merry Kolimon mengungkapkan, ledakan bom ini terjadi di palmarum atau hari raya daun-daun (Minggu Pra Paskah ke VII).

Ia menyatakan, serangan ini bukan kepada agama atau kelompok terbatas, namun upaya menyerang Indonesia yang beragam. Ia meminta agar umat jangan terperangkap pada upaya teroris menciptakan ketakutan.

“Tidak usah meneruskan foto serta video dengan tubuh-tubuh terpotong. Semua itu memang dimaksudkan untuk menciptakan ketakutan & kepanikan, ” imbaunya.

Pendeta Merry membawa seluruh umat agar bahu membahu menjaga Indonesia tentu kuat, damai, dan tenteram.

“Mari dukung pihak keamanan untuk menyala mengusut dengan tuntas pelaku dan motifnya. Kita sebarkan pesan positif, katakan kami tak takut pada teror, ” ajaknya.

Pendeta Merry Kolimon pula berharap, semua umat beragama di Nusa Tenggara Timur mengirim doa dan simpati, kepada masyarakat di Kota Makassar yang hari ini mengalami musibah.

“Ayo semua warga Nusantara kita kecam teror dan kekerasan. Jangan menolerir kekerasan, jangan juga kecut sinting. Bersama kita menjaga kaum kita, mari jaga Nusa Tenggara Timur sebagai rumah bersama kita, ” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Muhammad Taat, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang. Dia mengutuk keras aksi bom bunuh diri di pendahuluan Gereja Katedral di Makassar, karena merupakan kejahatan kepada kemanusiaan.

“Pemuda Muhammadiyah secara nasional termasuk Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang sangat mengutuk pelaku perihal tersebut, apa yang itu lakukan justru telah menyinggung hati kita semua sebagai anak bangsa, perbuatan itu sangat jelas adalah kejelekan terhadap kemanusiaan, ” jelasnya.

Ia mengecap, tindakan teror tersebut menginginkan rasa takut muncul dalam hati masyarakat. “Tetapi peristiwa tersebut tidak boleh berlaku, sebaliknya kita harus kuat dan melawan segala kesibukan atau aksi terorisme semacam itu, ” Tegas Muhammad Saleh.

Pihaknya mengimbau agar seluruh kelompok agar selalu waspada tetapi tidak perlu takut berlebihan.

“Kita harus yakin polri akan bekerja profesional dan kita juga berharap bahwa polri secepatnya dapat menemukan pelaku serta jaringan tindakan teror itu, ” harapnya. [rnd]

Related Post