Penjaga Tetapkan Dua Tersangka dalam Kasus Prostitusi Online VS

Merdeka. com – Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan bahwa petugas telah menetapkan perut tersangka dalam kasus prostitusi daring yang melibatkan pekerja seni secara inisal VS.

“Berdasarkan hasil gelar perkara dan awak melakukan penyelidikan dan meningkatkan ke penyelidikan sehingga status hukum MMA dan MK ditetapkan sebagai tersangka, ” kata Pandra saat konvensi pers di Mapolresta Bandarlampung, Kamis (30/7).

Ia kendati menyebutkan, pada saat dilakukan tes urine, salah satu tersangka dengan inisial MMA terbukti positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Sedangkan VS sedang ditetapkan sebagai saksi dan akan tetap dilakukan proses pengembangan peristiwa terhadap barang bukti serta temuan lainnya.

Terkait peristiwa tindak pidana prostitusi online atau perdagangan orang ini, ia mengutarakan bahwa pasal yang disangkakan kepada dua tersangka yakni pasal dua ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Aksi Pidana Perdagangan Orang.

Ancaman hukumannya paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan dan ditambah kompensasi sebesar Rp120 juta hingga Rp600 juta, ” kata dia.

Kapolresta Bandarpampung, Kombes Penuh Yan Budi Jaya mengatakan bahwa saat ditangkap di salah kepala hotel di kota setempat, VS sudah berada satu kamar secara pemesannya S.

“Jadi memang VS telah beberapa kala kontak dengan muncikari, kemudian jiwa muncikari melalui media sosial (medsos) menawarkan VS dan dipesan sebab S yang disepakti di lupa satu kamar hotel di Praja Bandarlampung, ” jelasnya.

Sebelumnya, Unit PPA Satreskrim Polresta Bandarlampung telah menahan tiga orang terkait dugaan prostitusi online yang melibatkan pekerja seni dengan inisial VS salah satu hotel berbintang di kota setempat.

Selain VS, Penjaga juga menangkap dua orang yang berperan sebagai mucikari dengan Inisial MK dan MMA dari kasus dugaan prostitusi daring yang melibatkan artis tersebut. [ded]

Related Post