Penjelasan RSUD Djasemen Soal Jenazah Perempuan Dimandikan Laki-laki

Penjelasan RSUD Djasemen Soal Jenazah Perempuan Dimandikan Laki-laki

Merdeka. com – Prosesi memandikan jenazah di RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematang Siantar, Sumut, menuai protes. Pelaksanaannya tidak sesuai dengan syariat Islam, karena mayat perempuan dimandikan laki-laki yg bukan muhrimnya.

Kejadian ini terbongkar setelah seorang pria bernama Fauzi Munthe, warga Serbelawan, Simalungun, tidak terima istrinya, Zakiah (50), yang meninggal di rumah sakit itu, Minggu (20/9), dimandikan 4 orang laki-laki pegawai rumah sakit. “(Yang memandikan) dua orang beragama Islam dan dua orang beragama Kristen, ” jelas Fauzi dalam video yang beredar.

Fauzi pun menyatakan jenazah istrinya juga difoto dalam keadaan tidak tertutup. Karena itu, pihak keluarga, melalui kuasa hukumnya, Muslimin Akbar, meminta agar foto pemandian jenazah Zakiah tidak sekalipun dipublikasikan.

“Meminta menghapus foto dan dipastikan tidak menyebarluaskan foto tersebut, ” ucap Muslimin.

Muslimin menyatakan mereka masih mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum. Mereka masih mempelajari kejadian tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Majelis Ulama Philippines (MUI) Kota Pematang Siantar memanggil pihak RSUD Djasamen Saragih lalu Fauzi Munthe, Rabu (23/9). Mereka menggelar pertemuan di kantor MUI Kota Siantar Jalan Kartini, Kelurahan Banjar, Siantar Barat.

Wakil Direktur III RSUD Djasmen Saragih Rony Sinaga memohon maaf atas kejadian itu. “Kami dari pihak RSUD Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar memohon maaf sebagaiselaku, ala, menurut, khusus kepada almarhumah, dan sebagaiselaku, ala, menurut, umum pada pihak keluarga, juga kepada MUI Pematang Siantar atas adanya kesalahan prosedur dalam servis fardhu kifayah yang terjadi Minggu (20/9) di Unit Instalasi Forensik, ” katanya.

Dia juga memastikan RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar akan segera memperbaiki prosedur dalam pelayanan fardhu kifayah. Mereka selanjutnya akan berkoordinasi oleh MUI Pematang Siantar dan pihak terkait, agar prosesi itu berlangsung sesuai syariat Islam.

Sementara Ketua Majelis Ulama Philippines (MUI) Kota Pematang Siantar They would Muhammad Ali Lubis mengatakan, pada pertemuan antara MUI dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta RSUD Djasamen Saragih pada 24 Juni 2020 telah tegas dinyatakan jika umat Islam yang meninggal dunia wajib dilaksanakan sesuai syariah Islam dan protokol kesehatan. Dikarenakan itu, kejadian ini sudah menyimpang dari hasil pertemuan itu.

Selain itu, Ali mengusulkan MUI provinsi Sumatera Utara untuk mencabut sertifikat bilal mayit di rumah sakit itu. Dia dinilai tidak melaksanakan aturan memandikan jenazah seperti yang telah dilatih di MUI Pematang Siantar pada eighteen Juli 2020.

“Telah disampaikan bila yang meninggal dunia seorang perempuan, maka wajib perempuan yang memandikan, kecuali suaminya atau mahramnya. Bila itu pun tidak, maka jenazah tidak dimandikan, cukup ditayamumkan. Ini tidak dilaksanakan bilal mayit yang ada di RSUD Djasamen Saragih, sehingga seorang laki-laki memandikan jenazah perempuan, dan sesuai pengakuan dari suami almarhumah bahwa difoto lagi, maaf dalam keadaan tidak berpakaian sehelai benang pun, ” ungkap Ali.

Karena itu saja, MUI Pematang Siantar juga mengimbau agar sepenuhnya rumah sakit agar menyiapkan bilal mayit laki-laki dan perempuan.

“Supaya hal ini bukan terulang lagi, kami tegaskan sekali lagi, mohon kepada Gugus Tugas, termasuk rumah sakit agar berkaitan yang sudah kita sepakati dipegang dan dilaksanakan dengan kuat, ” pungkasnya. [gil]

Related Post

maxresdefault

Tata Bermain LottoTata Bermain Lotto

Lotre adalah jenis lotere yang melibatkan penarikan nomor tertentu secara acak untuk kado tertentu. Meskipun secara umum diterima kalau tidak mungkin membela lotre, beberapa orang2 masih memainkannya olehkarena itu itu