Petugas Selamatkan 4 Penyu lantaran Perdagangan Ilegal di Bali

petugas-selamatkan-4-penyu-dari-perdagangan-ilegal-di-bali-1

Langgas. com – Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar mengamankan empat kura-kura hijau, barang bukti kejadian perdagangan ilegal yang jadi digagalkan Polres Jembrana.

“Penjualan penyu tercatat praktik yang bertentangan secara aturan yang ada. Aku apresiasi kepada tim dengan bergerak cepat menangani peristiwa ini dan berharap tidak terulang kembali di kemudian hari, ” kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Departemen Kelautan dan Perikanan Tb Haeru Rahayu, Sabtu (8/5). Dikutip dari Antara.

Ia memaparkan, jalan perdagangan ilegal penyu itu digagalkan oleh Polres Jembrana di Dusun Pebuahan, Kabupaten Jembrana, beberapa waktu berserakan. Kemudian Tim Respons Cepat BPSPL Denpasar bersama awak Flying Vet segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan penyu sitaan tersebut.

Haeru Rahayu menjelaskan bahwa penyu merupakan biota laut yang dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor tujuh Tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Hal ini juga diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 526/MEN-KP/VIII/2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya. Artinya seluruh bentuk pemanfaatan penyu elok dalam keadaan hidup, stagnan maupun pemanfaatan bagian tubuhnya dilarang.

Tengah itu, Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso menerangkan bahwa empat ekor penyu muda ini merupakan penyu buatan sitaan Polres Jembrana dari upaya penjualan yang dikerjakan oleh seorang ibu famili.

“Belum diketahui motif penjualannya. Setelah penjualan penyu berhasil digagalkan sebab Polres Jembrana, untuk tengah empat penyu hijau dievakuasi ke Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih Perancak untuk dilakukan pengecekan oleh tim dokter hewan, ” sah Yudi.

Tim BPSPL Denpasar menindaklanjuti fakta tersebut dengan berkoordinasi serta langsung bergerak bersama dengan Tim Flying Vet menuju ke Penangkaran Kurma Cinta yang berlokasi di Desa Perancak, Jembrana.

Di lokasi tim bersemuka langsung dengan PSDKP Pengambengan, Tim Flying Vet Kedokteran Hewan dan Bapak Muda Kurma Asih (Kelompok Tamar Asih) guna melakukan pengecekan kondisi tubuh 4 akhir penyu hijau.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan dan hasilnya diketahui 4 penyu hijau berkelamin betina dan ada 2 ekor yang mengalami beberapa luka pada tubuh dan flippernya, ” jelas Dwi Suprapti, dokter hewan Flying Lemak.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan penyu-penyu yang terluka sudah diberikan pengobatan dan apabila sembuh bakal dibuatkan Surat Keterangan Segar sehingga dapat dikembalikan ke habitatnya.

Jawab memastikan kondisi penyu, Awak BPSPL tetap memantau secara rutin kondisi empat kura-kura hingga siap untuk dilepasliarkan kembali ke laut sekali lalu memberikan edukasi kepada publik tentang konservasi hewan yang dilindungi agar semakin penuh masyarakat yang sadar dan turut melestarikan hewan yang dilindungi. [cob]

Related Post