PN Bandung Gelar Sidang Perdana dua Warga Diduga Rusak Mobil Lamborghini

PN Bandung Gelar Sidang Perdana dua Warga Diduga Rusak Mobil Lamborghini

Merdeka. com kepala Dua masyarakat Bandung harus menjalani persidangan sesudah didakwa melakukan perusakan mobil kaya. Peristiwa itu terjadi setelah itu menghabiskan waktu di cafe and bar Hollywings.

Besar terdakwa tersebut diketahui bernama Reza Yudha Ma’soem dan Syarif Ibrahim. Mereka hadir mendengarkan dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Bandung pada Selasa (22/9).

Keduanya berperan perusakan mobil Lamborghini Gallardo warna kuning yang ditumpangi Jessica dan Roni. Peristiwa itu terjadi pada 23 Februari 2019 dini keadaan. Artinya, persidangan digelar setahun lebih kemudian.

Jaksa Kejari Kota Bandung, Melur Kimaharandika mengucapkan kedua terdakwa dan pemilik Lamborghini keluar dari Cafe Holywings. Saat itu, terdakwa yang membawa mobil Xpander hitam merasa terganggu masa mendengar suara mobil Lamborghini dengan dianggap terlalu nyaring.

Keduanya pun berteriak dengan disisipi kata-kata kasar dan berisi intimidasi perusakan. “‘‎kalo ngegas sekali sedang saya tabrakin mobil itu’, ” ucap jaksa membacakan berkas dakwaanya.

Suasana panas itu sebetulnya sudah bisa diredakan sebab tukang parkir. Kedua terdakwa kemudian meninggalkan tempat. Namun, setelah 100 meter meninggalkan halaman cafe, terdakwa Reza diduga sengaja memundurkan mobil Mitsubishi Xpander hingga bagian belakang mobil menabrak bagian depan Lamborghini.

Setelah itu, mereka turun dan memukul bagian depan mobil Lamborghini dengan tangan kosong. Sedangkan terdakwa Syarif Ibrahim mendaulat bagian depan dan kaca rahasia mobil sebelah kanan.

“Masih belum puas, terdakwa Reza kemudian naik ke kap mobil Lamborghini dan menginjak kap mobil tersebut yang selanjutnya diikuti serupa oleh terdakwa Syarif Ibrahim, ” ucap Melur.

Akibat perbuatan itu, pemilik Lamborghini merasai penyok dan lecet di bagian kap mesin dan di tepi kanan di atas bagian aliran. Selain itu, kaca spion kanan rusak dan patah. Pemilik Lamborghini mengalami kerugian untuk biaya Rp 250 juta.

Dalam kasus ini, kedua terdakwa tidak ditahan namun didakwa melakukan tindak pidana Pasal 170 ayat satu KUH Pidana dan Pasal 406 ayat 1 KUH Pidana. Pengaruh hukum kedua terdakwa, Rizky Rizgantara tidak mengajukan eksepsi atas perkara tersebut dan memilih meminta pembuktian keterangan saksi.

“Katanya bagian depan Lamborghini rusak tapi mobil bagian belakang terdakwa tidak apa-apa. Ada kejanggalan, padahal Lamborghini kelasnya jauh beda dengan mobil terdakwa, ” kata Rizky.

“Ada yang tidak sesuai antara keterangan saksi dengan perkara. Karenanya, kami akan buktikan & menguji dakwaan jaksa di persidangan nanti. Apa benar Lamborghini penyok, ” pungkasnya. ‎‎ [gil]

Related Post