Polres Nabire Olah TKP serta Gelar Patroli Rutin Terakhir Aksi Pembakaran di Dogiyai Papua

polres-nabire-olah-tkp-dan-gelar-patroli-rutin-buntut-aksi-pembakaran-di-dogiyai-papua-1

Merdeka. com – Polres Nabire dan Polsek Kamu melaksanakan olah Tempat Kejadian Mengenai (TKP) pasca aksi pengerusakan dan pembakaran puluhan bangunan oleh masyarakat, di Dogiyai, Kamis (15/8). Olah TKP ini pun dihadiri sebab Wakapolres Nabire Kompol Samuel D Tatiratu.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, dalam arahan, Samuel meminta selain lakukan olah TKP anggota juga diminta menyelenggarakan pendataan korban dan laksanakan patroli.

“Adapun rute patroli simpatik dengan berjalan kaki yakni daripada Polsek Kamu, Jembatan Kali Tuka, Kompleks Pasar Moanemani, Tokapo, Jalan Poros Nabire, Ilaga Ekimanida, Kali Tuka, dan kembali ke Mako Polsek Kamu, ” logat Kamal dalam siaran pers yang diterima, Minggu (18/7).

Menurut Kamal, hingga kini olah TKP masih berjalan dan diikuti oleh 70 personel gabungan.

“Pada Pukul 08. 15 Wit, awak gabungan melakukan patroli yang dipimpin Kanit 1 Dalmas Polres Nabire Ipda Tukiran, ” katanya.

“Lalu pukul 09. 15 Wit, Setelah melaksanakan perondaan sebagian anggota melakukan cara TKP yang dipimpin KBO Sat Reskrim Polres Nabire Iptu Suparmin, SHi serta melibatkan 9 personel Polres Nabire, ” sambungnya.

Lebih lanjut Kamal menyampaikan, saat ini situasi berjalan kondusif. Kendati begitu, petugas tetap melakukan kedudukan.

“Patroli dalam Seputaran Kota untuk menyekat terjadinya hal yang tidak diinginkan. Pasca kejadian, situasi di Kabupaten Dogiyai damai dan kondusif, ” katanya.

Sebelumnya, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan mengungkapkan sekitar 30-an bangunan ludes terbakar dan warga mengungsi ke koramil serta polsek setelah perut anggota paskhas TNI-AU dianiaya sekelompok orang tak dikenal di landasan Bandara Moanemani.

Kerusuhan itu diduga akibat pelaku penganiayaan aparat memprovokasi warga had melakukan pembakaran terhadap sendi dan kios tempat masyarakat non-Papua berjualan.

“Jumat pagi Dandim dan Kapolres Nabire yang membawahi Dogiyai sedang menuju TKP melalui jalan darat, ” kata Iwan Setiawan dikutip Antara, Sabtu (17/7).

Dia mengakui tersedia satu warga sipil dilaporkan meninggal akibat ikut terbakar saat massa melakukan pembakaran rumah dan kios hak warga di Dogiyai. Korban tidak bisa menyelamatkan muncul karena dalam kondisi sakit.

“Memang betul dalam aksi pembakaran yang dilakukan sekelompok warga dalam Kabupaten Dogiyai, Kamis (15/7) malam menyebabkan satu masyarakat sipil yakni Hendrik Simatupang (35) meninggal akibat menyala, ” ujar dia. [rhm]

Related Post