Razia Prokes di Kafe Country, Mulia Perempuan Reaktif Covid-19

Razia Prokes di Kafe Country, Mulia Perempuan Reaktif Covid-19

Merdeka. com – Satu orang perempuan yang bekerja menemani pelanggan di sebuah kafe ‘Country’ di Jalan Latumenten Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat terdeteksi reaktif Covid-19.

“Kita lakukan rapid test sebanyak 21 orang dan hasilnya satu orang dinyatakan reaktif, ” ujar Kapolsek Tanjung Duren Kompol Agung Wibowo di Jakarta, dilansir Antara, Senin (21/12).

Temuan itu diketahui saat aparat tiga pilar Kecamatan Grogol Petamburan melaksanakan razia protokol kesehatan (prokes) pada Sabtu (19/12) malam di tempat itu. Saat sidak prokes, pihaknya menemukan kafe musik tersebut melanggar preskripsi, karena ramai pengunjung dan masih beroperasi di atas jam 21. 00 WIB.

Sebab karenanya, semua pengunjung wajib menyelenggarakan tes cepat massal di letak kejadian oleh petugas kesehatan puskesmas setempat. Prosedur tersebut merupakan tahapan operasi kemanusiaan yakni penertiban aturan kesehatan dengan membubarkan kerumunan kawula di tempat hiburan, kafe serta restoran yang tidak mematuhi ketentuan protokol kesehatan dan jam operasional.

Sedangkan enam karakter diperiksa atas pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Dalam operasi yang digelar, pihaknya menerjunkan 48 personel gabungan.

Operasi kemanusiaan tersebut dalam rangka penerapan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 mengenai perubahan atas Peraturan Gubernur Bagian 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

Sementara di tempat lain, ditemukan dua orang reaktif Covid-19 dalam operasi yustisi dengan digelar di RPTRA Kalijodo Tambora, Jakarta Barat. Temuan itu diperoleh dari total 85 pelanggar protokol kesehatan.

Selain diberikan sanksi sosial, aparat tiga dasar Tambora juga melakukan tes lekas guna mengetahui apakah warga yang langgar prokes terpapar Covid-19 ataupun tidak.

“Ditemukan perut orang reaktif dan selanjutnya dirujuk ke puskesmas untuk dilaksanakan tes usap, ” ujar Kapolsek Tambora M Faruk Rozi di keadaan yang sama.

Faruk mengatakan 85 orang dengan rincian sebanyak 83 pelanggar diberikan sanksi sosial, dan sebanyak dua pelanggar memilih sanksi administrasi dengan total mencapai Rp300. 000. [eko]

Related Post