Roman Baswedan Minta Presiden Jokowi Tak Membiarkan Ketidakadilan

Merdeka. com – Penyidik KPK Novel Baswedan menyatakan akan tetap bersikap kritis serta melayangkan protes terhadap proses persidangan kedua penyerangnya yang dinilai aneh.

“Bagi saya yang penting adalah saya akan tentu berikhtiar untuk berbuat, melakukan protes-protes sebagaimana mestinya dengan cara-cara yang benar. Apabila nanti putusan (majelis hakim) juga berjalan seperti sekarang, itulah potret dari penegakan kaidah di Indonesia dan ini kudu menjadi keprihatinan kita semua, ” kata Novel melalui video di Jakarta , Jumat (12/6).

Jaksa penggugat umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada hari Kamis (11/6) menuntut dua orang terdakwa penyerang penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette selama 1 tahun penjara.

Menurut JPU, para terdakwa tidak sengaja menyiramkan air berpenat-penat ke mata Novel. Keduanya dikenal hanya akan memberikan pelajaran kepada saksi Novel Baswedan dengan melangsungkan penyiraman air keras ke lembaga Novel Baswedan. Akan tetapi, dalam luar dugaan ternyata mengenai serampangan yang menyebabkan mata kanan tak berfungsi dan mata kiri cuma berfungsi 50 persen dan membuat cacat permanen.

“Saya ingin mengajak semua kalangan asosiasi untuk bisa mengkritisi hal semacam ini, baik kasus saya maupun kasus-kasus lain yang menunjukkan ketidakadilan, menunjukkan suatu perbuatan yang menggambarkan potret penegakan hukum yang rebeh, ” tambah Novel.

Novel juga mengajak agar umum tetap berjuang untuk memberantas korupsi dan tetap berani serta konsisten.

“Karena orang-orang yang berperan dalam perilaku korupsi, koruptor & kawan-kawannya mereka berharap kita semua takut dengan kejadian ini. Kita semua jadi melemah dan kemudian mereka bisa dengan semaunya sendiri merampok dan menjarah uang kaum, harta dari bangsa dan negara. Saya kira hal itu dengan menjadi concern saya, ” ungkap Novel.

Novel mengaku sejak awal sudah merasakan serta mengetahui kejanggalan demi kejanggalan dalam proses hukum terhadap kedua penyiram air keras ke matanya tersebut.

“Yang saya catat, saya umumkan ke media, pada publik setiap waktu dan di setiap tahap itu makin tergambar serta saya minta untuk menjadi perhatian dan catatan kita semua, ” kata Novel menambahkan.

Novel juga meminta Presiden Jokowi buat tidak membiarkan ketidakadilan terus terjadi.

“Saya tidak tahu perbaikannya akan seperti apa. Mau tetapi, tentunya dalam kesempatan itu kami juga mendesak kepada Bapak Presiden apakah masih tetap hendak membiarkan? Apakah akan turun untuk membenahi masalah-masalah seperti ini? ” ucap Novel.

Ia melanjutkan, “Bukankah sejak awal Bapak Presiden memberikan perhatian soal itu. Akan tetapi, kemudian mempercayakan kepada aparatur yang sudah bekerja? Bukankah sudah sangat cukup alasan buat menunjukkan bahwa aparatur bekerja secara bermasalah di sana sini.

Tuntutan terhadap kedua penyerbu Novel adalah berdasarkan dakwaan Kausa 353 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam tulisan tuntutan disebutkan kedua terdakwa yakni Ronny Bugis bersama-sama dengan Balasan Kadi Mahulette tidak suka ataupun membenci Novel Baswedan karena dianggap telah mengkhianati dan melawan adat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). [ded]

Related Post