Tahu Tuai Kontroversi, Tunjangan DPRD DKI di 2021 Tidak Jadi Terangkat

Tahu Tuai Kontroversi, Tunjangan DPRD DKI di 2021 Tidak Jadi Terangkat

Merdeka. com kacau Nilai Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) yang diusulkan DPRD DKI Jakarta dalam anggaran 2021 turun. Hal ini dikonfirmasi sebab Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahri.

Saat mendatangi Balai Praja, Bahri mengatakan jika nilai RKT yang diusulkan DPRD untuk kesibukan 2020 Rp 153 miliar, oleh sebab itu untuk tahun ini menjadi Rp 152 miliar. Penurunan nilai, menurut Bahri setelah draft usulan RKT 2021 mencuat ke publik & menjadi kontroversial karena dianggap tidak tepat menaikkan anggaran dalam situasi pandemi Covid-19.

“RKT, total yang diusulkan, kalau 2020 Rp 153 miliar. Untuk 2021, setelah isu ini muncul Rp 152 miliar artinya tidak terbang dan dilakukan penyesuaian, ” ucap Bahri di Balai Kota, Selasa (22/12) malam.

Bahri menambahkan, dari seluruh poin dengan dimuat dalam draft rancangan APBD 2021, hanya RKT mendapat evaluasi dan diminta untuk mengalihkan anggaran yang dinilai tidak tepat dalam kegiatan tersebut.

Tengah untuk nilai APBD 2020, patuh Bahri, sebesar Rp84, 19 triliun sudah tidak ada lagi yang perlu direvisi total.

“Untuk APBD 2020 tetap Rp84, 19 triliun. Cuma beberapa dikerjakan penyesuaian yang kita temukan tak sesuai perundang-undangan di antara yang lebih tinggi, kepentingan umum, RKPD, KUA-PPAS, dan RPJMD. Jadi kita mapping. Kalau ada kegiatan yang sifatnya baru kita alihkan. Tapi kita tidak temukan karena pola membuat dia konsisten, ” tandasnya. [eko]

Related Post