Terakhir e-KTP Djoko Tjandra, Camat Kebayoran Lama Jadi Plh Lurah Grogol Selatan

Merdeka. com – Camat Kebayoran Lama menjadi pelaksana harian (PLH) Lurah Grogol Selatan dengan ditinggalkan oleh Asep Subahan setelah dinonaktifkan dari jabatannya karena kasus menerbitkan KTP elektronik (e-KTP) Djoko Tjandra. Camat Kebayoran Lama Aroman Nimbang mengatakan layanan administrasi di Kelurahan Grogol Selatan tetap berlaku seperti biasa.

“Tugas dan fungsi Lurah Grogol Daksina dialihkan pelaksana harian, saya jolok alih peran fungsi lurah sehari-hari, ” kata Aroman, dilansir Antara, Senin (13/7).

Taat Aroman, penonaktifan Asep Subahan dibanding jabatan Lurah Grogol Selatan terkira mulai 9 Juli 2020. Camat mengambil alih tugas dan kegiatan lurah sebagai PLH sejak 10 Juli 2020.

Sejak penerbitan e-KTP milik buronan urusan korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali dengan nama lengkap Joko Sugiarto Tjandra tersebut, Asep Subahan menjalani pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat DKI Jakarta .

“Lagi proses penelitian ini, mungkin ada dugaan pelanggaran disiplin, makanya dinonaktifkan sementara biar lebih fokus jalani pemeriksaan, ” kata Aroman.

Aroman mengatakan sehari-hari akan membagi tugas sebagai Camat Kebayoran Lama serta Lurah Grogol Selatan agar servis kepada masyarakat tetap berjalan secara baik.

“Saya masih di kelurahan, tetapi tidak mampu total, pengendalian hari-hari diserahkan ke Sekel (sekretaris lurah), tetapi kode tangan pelayanan yang harus kaki gunung, saya yang tanda tangan, ” kata Aroman.

Aroman menambahkan, peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga bagi aparatur sipil negara lainnya terutama para lurah di dalam memberikan layanan kepada masyarakat harus lebih proporsional.

“Ini jadi pelajaran bagi semua aparatur, saya berharap pelayanan tetap, menyampaikan pelayan terbaik kepada masyarakat serasi proposional, ” kata Aroman.

Laporan Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, Michael Rolandi pada Gubernur DKI Jakarta, pada Sabtu (11/7), menyebut bahwa Lurah Grogol Selatan telah berperan aktif dengan melampaui tugas dan fungsinya di penerbitan KTP-el tersebut, dengan jalan sebagai berikut:

satu. Lurah melakukan pertemuan dengan advokat Anita Kolopaking pada Mei 2020 di rumah dinas Lurah untuk melakukan permintaan pengecekan status kependudukan Joko Sugiarto Tjandra.

2. Lalu, Lurah meminta lengah seorang operator Satpel Kependudukan serta Pencatatan Sipil Kelurahan Grogol Selatan untuk melakukan pengecekan data kependudukan Joko Sugiarto Tjandra, setelah pertemuan dengan pengacara Anita Kolopaking.

3. Pada 8 Juni 2020, Lurah menerima dan mengantarkan sendiri rombongan pemohon ke tempat perekaman biometric (menemui petugas operator Satpel Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan Grogol Selatan).

4. Kemudian, Lurah meminta operator Satpel Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan Grogol Selatan memberikan pelayanan penerbitan KTP-el atas nama Joko Sugiarto Tjandra dengan hanya menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga milik Joko Sugiarto Tjandra yang tersimpan di handphone milik Lurah.

5. Lurah turut mendampingi/menunggu duduk di samping operator selama proses pelayanan penerbitan KTP-el Joko Sugiarto Tjandra.

6. Lurah sebagai pihak pertama yang menyambut KTP-el yang sudah dicetak sebab operator serta sebagai pihak yang menyerahkan langsung KTP-el tersebut pada Joko Sugiarto Tjandra.

7. Perbuatan Lurah tersebut menjadikan operator Satpel Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan Grogol Selatan di menjalankan pelayanan penerbitan KTP-el arah nama Joko Sugiarto Tjandra tak melaksanakan sesuai/mengabaikan prosedur operasional penumpil (SOP) SOP yang berlaku, karena merasa sungkan kepada Lurah. [eko]

Related Post