Tergiur Upah Besar, Petani Asal Lubuklinggau Nekat jadi Pengedar Uang Palsu

Tergiur Upah Besar, Petani Asal Lubuklinggau Nekat jadi Pengedar Uang Palsu

Merdeka. com – Berdalih mengiler iming-iming upah yang besar, Hermansyah (22), nekat menjadi pengedar uang palsu. Petani itu terancam dipenjara paling lama 15 tahun perjara akibat perbuatannya.

Interpretasi pelaku berawal dari laporan masyarakat yang mencurigainya membawa uang banyak dan diduga palsu. Petugas tepat bergerak dan melakukan penggerebekan di rumah pelaku di Jalan Pelita, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Petugas menemukan barang bukti uang palsu pecahan 100 ribu sebanyak Rp2, 5 juta yang disimpan di saku & dompetnya. Pelaku digiring ke jawatan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Harrison Manik mengungkapkan, tersangka mengiakan disuruh mengedarkannya oleh dua temannya berinisial L dan H warga Bengkulu, yang diduga sebagai pencetak uang palsu. Dia dijanjikan imbalan cukup besar jika uang palsu itu berhasil terjual.

“Jika uang palsu sebanyak Rp2, 5 juta itu terjual, pencetak hanya meminta setoran Rp700 seperseribu uang asli, sisanya buat tersangka. Tapi belum sempat terjual sebab keburu ditangkap, ” ungkap Harrison, Jumat (26/6).

Daripada pengakuannya, transaksi dengan kedua penyelenggara uang palsu tersebut baru kali dilakukan. Sayangnya petugas tidak berhasil mengamankan kedua orang tersebut karena tidak berada di rumahnya saat didatangi polisi.

“Kami masih kembangkan kasus tersebut karena bisa saja masuk di jaringan peredaran uang palsu dalam wilayah Lubuklinggau dan sekitar, ” kata dia.

Arah perbuatannya, tersangka Hermansyah dikenakan Pencetus 244 KUHP dan Pasal 36 juncto Pasal 26 ayat (3) Undang-undang Nomor 07 Tahun 2011 tentang mata uang dengan risiko 15 tahun penjara. Barang keterangan disita 25 lembar uang buatan pecagan seratus ribu dan kampil milik tersangka. [ded]

Related Post