Tetap Ada Cerita di Di dalam Kios Pangkas Rambut

Lepas. com – Selalu ada cerita yang mengalun dari seberang Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Tepatnya di Jalan Persekutuan Rakyat, Kawasan Rawamangun. Cerita dan obrolan mengenai apa saja. Datang dari stan yang berjejer rapi.

Sambil beraksi secara gunting dan sisir, Daerah (56) selalu berbagi rencana dengan pelanggannya. Dia membawa pelanggannya berbincang. Banyak kejadian. Salah satunya tentang kegagalannya menjadi tentara.

pangkas rambut asgar bertahan di himpitan zaman

©2021 Merdeka. com/Imam Buhori

“Dulu saya pernah daftar oleh karena itu AKABRI tapi gagal. Tadinya saya tidak mau maka tukang cukur, ” ujar Pria asal Garut yang sudah menetap di Jakarta sejak 1982.

Bagi sebagian orang, tetap sudah tidak asing dengan istilah Asgar. Singkatan Pokok Garut. Pangkas rambut Asgar sudah tersebar di sudut-sudut gang di ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.

pangkas rambut asgar bertahan di himpitan zaman

©2021 Merdeka. com/Imam Buhori

Sudah 39 tahun Dunia berkawan akrab dengan gunting, sisir, dan perlengkapan lainnya. Awalnya sekadar mencoba nasib setelah gagal memasuki gerbang akademi militer. Seiring periode berjalan, penghasilan dirasa agak.

pangkas rambut asgar bertahan di himpitan zaman

©2021 Lepas. com/Imam Buhori

Berbagai model bagian gaya rambut terlihat dalam poster yang terpampang di dalam dinding kios. Permintaan arketipe atau gaya rambut apapun dari pelanggannya, selalu mampu dipenuhi. Tawaran berbagai pola potongan rambut sebenarnya bukan cerita baru. Tapi saat ini makin beragam.

Kebanyakan pelanggannya laki-laki. Perkara tarif atau jasa, bersandar usia. Ada juga yang berdasarkan jenis potongan rambut. Tapi tidak menguras kandungan kantong.

pangkas rambut asgar bertahan di himpitan zaman

©2021 Merdeka. com/Imam Buhori

Masyarakat semakin sadar akan penampilan. Supaya terlihat rapi dan menyerobot. Tak heran jika saat ini semakin menjamur bisnis pangkas rambut kekinian ataupun istilah kerennya barbershop. Pangkas rambut tradisional juga tak kalah. Mereka tetap menetap di tengah persaingan yang semakin ketat.

pangkas rambut asgar bertahan di himpitan zaman

©2021 Merdeka. com/Imam Buhori

Di dalam dasarnya keduanya sama-sama menunjukkan jasa merapikan rambut. Dengan membedakan adalah tempat & harga. Pelanggan memiliki pilihan. Di depan terminal tersebut, enam kios pangkas bulu berdiri. Ada yang tiba membuka kiosnya sejak jam 07. 00 WIB. Ada juga yang mulai siang hari. Satu orang pemotong rambut rata-rata bisa melayani 30 pelanggan dalam sehari.

pangkas rambut asgar bertahan di himpitan zaman

©2021 Mandiri. com/Imam Buhori

Bukan hanya daripada sisi bisnis yang mendaftarkan zaman, tapi juga arketipe gaya rambut. Para pemangkas rambut dari kalangan bani muda pun bermunculan. Membalas kebutuhan pelanggan yang menginginkan model rambut kekinian.

pangkas rambut asgar bertahan di himpitan zaman

©2021 Merdeka. com/Imam Buhori

Sandi, pria asal Bandung, sebelumnya pernah bekerja menjelma buruh pabrik selama 5 tahun. Namun Pandemi Covid-19 membuat hidupnya berubah. Namanya masuk dalam daftar pemutusan hubungan kerja (PHK).

pangkas rambut asgar bertahan di himpitan zaman

©2021 Merdeka. com/Imam Buhori

Dia memberanikan diri menjadi pemangkas rambut. Sistemnya untuk hasil dengan rekannya pemilik kios pangkas rambut. Banyak cerita dan harapan dengan terucap dari para pemangkas rambut. Merapikan rambut konsumen sembari menata hidupnya sendiri. [noe]

Related Post