Tidak Kapok, Residivis Wanita ini 3 Kali Masuk Bui Tipu Korban Hingga Rp48 Miliar

tak-kapok-residivis-wanita-ini-3-kali-masuk-bui-tipu-korban-hingga-rp48-miliar-1

Merdeka. com – Tak kapok. Ungkapan ini lah dengan berlaku untuk Lili Yunita. Sebab, meski sudah berulang kali keliar masuk kurungan karena kasus penipuan, perempuan berumur 48 tahun itu tetap saja berlaku mengelabui.

Kali ini, warga Indrakila, Pacarkeling, Tambaksari, Surabaya ini menipu objek bernama Lianawati. Akibat tindak pidana penipuan ini, target mengalami kerugian hingga Rp 48 miliar.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, kasus ini berasal saat tersangka mengajak korban untuk berinvestasi pembebasan tanah. Adapun korban diiming-imingi keuntungan dari harga per meter lahan yang dibebaskan.

“Korban ini diajak kerjasama untuk mendanai pembebasan lahan di daerah Osowilangon. Korban mau dan menganjurkan dana Rp 48 miliar secara bertahap, ” terangnya, Kamis (6/5).

Saat itu, tersangka mencari jalan meyakinkan korban dengan memberikan jaminan sebuah cek. Namun, korban baru menyadari telah ditipu setelah cek yang diberikan tersangka tidak mampu dicairkan.

“Tahunya pas dikasih cek. Dalam saat akan dicairkan ternyata cek tak bisa dicairkan karena ditolak bank secara alasan rekening sudah menutup, ” ungkapnya.

Gatot menambahkan, dari rencana Kepolisian , tersangka merupakan residivis di dalam kasus yang serupa, yakni penipuan. Bahkan, ia tercatat telah tiga kali keluar merembes bui.

“Tersangka ini residivis 3 kala. Kasusnya sama yakni Perkara 378 dan 372. Dengan pertama tahun 2005, 2006 dan 2011 saat tersebut ditangani di Polrestabes Surabaya. Dan kali ini kami yang tangani, ” jelasnya.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengambil sejumlah barang bukti. Antaralain adalah, sejumlah uang, mobil dan barang mewah hak tersangka. Seperti, 2 unit Toyota Fortuner, 4 bagian Mercedes Benz, 6 jam tangan merk Rolex & Franck Muller, 3 cincin Natural Blue Saphire serta uang Rp 100 juta. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan & penggelapan. [ded]

Related Post