TNI Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Sabu dari Malaysia di Selat Malaka

Merdeka. com – Bandar narkoba berupaya menyelundupkan sabu seberat 10, 75 kg menggunakan jalur laut di Selat Malaka di Perairan Rupat Utara, Riau. Aksi itu terendus TNI AL. Dua pelaku yaitu Z dan S dibekuk.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid menerangkan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada narkoba dari Malaysia yang mau masuk Indonesia, pada Jumat (18/8) kemarin.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan memerintahkan seluruh jajaran untuk menyelenggarakan penyekatan dan pengetatan operasi.

Saat itu, Tim Lanal Dumai melihat perahu yang mencurigakan di Perairan Pulau Rupat menuju ke selatan arah pulau Bengkalis.

“Kami langsung kejar, saat didekati terlihat ABK perahu membuang satu bungkus besar ke laut yang diduga barang yang diselundupkan, ” kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9).

Abdul menerangkan, pihaknya lulus meringkus dua orang pelaku. Itu adalah Z dan S. Selain itu, pihaknya juga menyita bahan selundupan yang di buang ke laut.

Dari buatan pemeriksaan di Laboratorium Bea serta Cukai Kelas II Medan, barang itu diduga 10 paket narkoba jenis sabu.

“Barang bukti tangkapan Lanal Dumai diperkirakan narkoba, mengandung zat jenis Methamphetamin kandungan NPP Positif (sabu) nyata kristal bening seberat 10, 75 Kilogram yang dikemas dalam 10 bungkus teh kemasan merek China, ” ujar dia.

Abdul menerangkan, TNI Angkatan Bahar, khususnya Koarmada I tidak bakal pernah mengendorkan komitmennya dalam melangsungkan pemberantasan segala bentuk pelanggaran kaidah dan kejahatan di laut yurisdiksi nasional, utamanya di wilayah kerja Koarmada I, walaupun di sedang Pandemi Covid-19.

Terpisah, Komandan Lantamal I Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso menyampaikan tak dipungkiri Perairan Timur Sumatera di sepanjang Celah Malaka masih banyak digunakan sebagai pelintasan penyelundupan Narkotika. Jajaran Lantamal I Belawan beserta Lanal jajarannya akan terus melakukan pengawasan dan melaksanakan pemberantasan tindakan penyelundupan narkotika, penyelundupan komoditi dan tindakan illegal lainnya yang berpotensi terjadi.

“Pelanggaran tersebut sampai dengan saat ini masih tetap terus terjadi walaupun di tengah pandemi Covid-19, ” pungkasnya.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6. com [bal]

Related Post