Untuk Website Palsu Perusahaan, Mantan Karyawan Tipu Pembeli Rp 14 Juta

buat-website-palsu-perusahaan-mantan-karyawan-tipu-pembeli-rp-14-juta-1

Merdeka. com kacau Seorang pria bernisial DP (38) asal Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ditangkap kepolisian Polda Bali, karena membuat website palsu pada perusahaan tempat kerjanya PT. KB yang ada dalam Bali.

“Pelaku yang merupakan mantan PT. KB membuat website palsu perusahaan tersebut yang bergerak dalam bidang pengecoran semen (ready mix beton), ” kata Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP Paduka Ayu Suinaci, di Mapolda Bali, Senin (24/5).

Peristiwa itu, bermula dari laporan korban ke Polda Bali, bahwa era itu dirinya melihat website yang dibuat oleh karakter dan akhirnya menghubungi karakter, tanpa melakukan pengecekan kepada website yang asli.

Kemudian, korban melayani transaksi dengan rekening hak pelaku. Namun, korban tak pernah menerima barang yang dipesan sehingga korban merasai kerugian Rp 14 juta.

“Dan daya kerugian lainnya, baik material dan inmaterial terhadap PT. KB atas adanya website yang dibuat yangbersangkutan, ” imbuhnya.

Arah laporan itu, lalu awak Siber Polda Bali melaksanakan profiling terhadap pelaku serta diketahui pelaku berada pada rumahnya di Pasuruan, dan langsung menangkap pelaku pada Jumat (21/5).

“Yangbersangkutan sudah (keluar) daripada PT yang ada dalam Bali. Tetapi, kemungkinan sedang ada korban-korban lain karena pelaku menggunakan websitenya ini semenjak 2019, ” ujarnya.

Sementara untuk barang bukti yang diamankan, 1 unit handphone berserta nomor yang digunakan buat menipu, Akun email secara alamat [email protected] com yang digunakan untuk membuat iklan, prin out screen capture yang memuat postingan dalam akun google bisnis secara alamat [email protected] com.

“Dia menggunakan tanda PT. Korbannya ada perut yang memesan barang serta PT. Motifnya, untuk kebutuhan sehari-hari, ” ujar Suinaci.

Pelaku dijerat dengan Pasal 28 Bagian (1), Jo Pasal 454 Ayat 1 Undang-undang Bagian 19, Tahun 2016 mengenai perubahan atas Undang-undang RI, Nomor 11 Tahun 2018, tentang ITE atau Kausa 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara menyesatkan lama 6 Tahun dan paling banyak Rp satu miliar. [ded]

Related Post