Urusan Covid-19 Melonjak Tinggi, Politikus PKB Minta Tunda Muslihat Pilpres 2024

Merdeka. com kacau Politikus PKB Luqman Hakim menghargai, saat kasus lonjakan Covid-19 meningkat sebaiknya ditunda riwayat capres-capresan. Ia mengatakan, tidak pantas saat masyarakat pengganggu akibat Covid-19, malah bermanuver untuk Pilpres 2024. Semacam pasang baliho dan manuver capres-cawapres.

“Hal-hal lain tunda dulu, tercatat mengenai isu capres-cawapres 2024. Sangat tidak pantas dalam berbagai kesulitan masyarakat akibat Covid-19 apabila kita bahkan sibuk bermanuver, pasang-pasang baliho dan kampanye capres-cawapres dengan pelaksanaan Pilpresnya masih lama, 2024, ” katanya pada merdeka. com, dikutip Selasa (29/6).

Luqman mengatakan, PKB merasa tak elok jika bicara Pilpres di tengah kasus Covid-19 melonjak tinggi.

“PKB merasa tidak elok bicara capres-capresan di pada situasi Covid-19 melonjak mulia, rumah sakit dan ruang-ruang di mana-mana penuh, kelompok kesulitan mencari tempat pelihara inap untuk pasien Covid-19, makin banyaknya tenaga kesehatan, tokoh dan warga umum yang meninggal dunia, makna oksigen naik tinggi & permasalahan lain terkait pandemi Covid-19 ini, ” sekapur Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Luqman menuturkan, PKB meminta pemerintah untuk menyelenggarakan pembatasan besar-besaran di wilayah Jawa untuk memutus penyebaran Covid-19. Serta program vaksinasi dipermudah bagi masyarakat.

“Kita balapan dengan virus yang kian biadab penularannya dan meluasnya kejenuhan masyarakat serta banyak negeri daerah yang mulai kendor penanganan atas pandemi itu, ” ucapnya.

PKB juga mengajak pemerintah dan seluruh masyarakat buat fokus menghadapi Covid-19. Ia yakin jika pembatasan serta vaksinasi dilakukan serius, maka pandemi bisa diatasi.

“PKB mengajak negeri dan seluruh kekuatan bangsa untuk fokus pada pengendalian Covid-19. Kita sudah pada ujung. Memang tantangan bahkan berat. Tapi percayalah, kalau pembatasan sosial dan vaksinasi dilakukan secara serius, pandemi Covid-19 ini akan bisa dijinakkan dan kehidupan balik normal, ” kata Luqman. [ded]

Related Post